Pemprov NTT Perkuat Posyandu Inklusif di Kupang
Pemprov NTT dan SKALA menggelar workshop bahasa isyarat selama empat hari di Kupang. Pesertanya kader posyandu dan pelaksana layanan dari Kota Kupang serta Kabupaten Kupang.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Kupang — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Program Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (SKALA) menggelar Workshop Penguatan Kapasitas Bahasa Isyarat bagi kader dan pelaksana layanan di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang pada Rabu 21 Oktober 2026.
Workshop berlangsung selama empat hari di Sumba Meeting Room, Hotel Harper Kupang. Kegiatan ini dibuka Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur, Henderina S. Laiskodat.
Peserta terdiri atas kader posyandu, pendamping disabilitas, dan perwakilan pelaksana layanan publik di Kota Kupang. Komunitas Tuli Kupang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
Materi workshop mencakup teknik dasar Bahasa Isyarat Indonesia dan penguatan perspektif inklusif dalam pelayanan. Penyelenggara menargetkan kader serta pelaksana layanan mampu berkomunikasi lebih efektif dan berempati dengan penyandang disabilitas.
Layanan posyandu di Kupang perlu menjangkau penyandang disabilitas
Penguatan bahasa isyarat berkaitan langsung dengan akses warga terhadap informasi dan layanan kesehatan. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyebut teman tuli masih menghadapi kendala komunikasi ketika mengakses informasi dan layanan.
Bagi warga Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, kapasitas ini dapat membantu kader posyandu menyampaikan informasi kesehatan secara lebih setara. Pelayanan yang lebih mudah dipahami juga dapat memberi rasa aman bagi pasien penyandang disabilitas di fasilitas kesehatan.
SKALA merupakan program kemitraan pemerintah Australia dan Indonesia yang berfokus pada kesetaraan gender dan inklusi sosial. Program tersebut mendukung pelaksanaan workshop bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Workshop ini mempertemukan kader posyandu, pendamping disabilitas, pelaksana layanan publik, dan Komunitas Tuli Kupang dalam kegiatan penguatan kapasitas bahasa isyarat. Kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung komunikasi yang lebih efektif dalam pelayanan bagi penyandang disabilitas di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Timor
Anita Gah Soroti Revitalisasi SDN Bonipoi 1 Kupang
Anita Jacoba Gah menilai pemanfaatan anggaran revitalisasi SDN Bonipoi 1 Kota Kupang lebih dari Rp900 juta belum optimal. Sekolah masih kekurangan kam…
Terbaru di Timor
Berita utama hari ini

Baca juga




