Polda NTT Raih Dua Rekor MURI Lewat Terapi USEFT untuk 11.663 Peserta
Polda Nusa Tenggara Timur meraih dua rekor MURI lewat program terapi kesehatan mental metode USEFT. Penghargaan diserahkan di Mapolda NTT pada 4 Juli 2026, dengan total peserta 11.663 orang.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Kupang — Polda Nusa Tenggara Timur meraih dua rekor MURI lewat program terapi kesehatan mental dengan metode USEFT, yang diikuti 11.663 peserta. Penghargaan itu diserahkan di Mapolda NTT, Kupang, pada Sabtu, 4 Juli 2026, dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
RRI Kupang melaporkan, penghargaan pertama diberikan untuk Polda pertama di Indonesia yang menerapkan terapi USEFT kepada anggotanya. Rekor kedua dicatat sebagai penyelenggara terapi kesehatan mental secara berseri dengan jumlah peserta terbanyak.
Detik Bali menulis, penyerahan penghargaan dilakukan oleh Direktur Operasional MURI Yusuf Ngadri kepada Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko. Dalam laporan itu disebutkan, peserta terapi tidak hanya berasal dari anggota Polri, tetapi juga masyarakat umum dan warga binaan di lembaga pemasyarakatan.
Program terapi
Kapolda NTT menyebut terapi USEFT dijalankan secara berseri sejak 12 Juni 2026 di 22 satuan kerja di wilayah hukum Polda NTT, menurut RRI Kupang. Total peserta yang mengikuti program itu mencapai 11.663 orang.
USEFT adalah singkatan dari Ultimate SBMS Emotional Freedom Technique. Dua sumber yang ditemukan sama-sama menyebut metode ini sebagai terapi kesehatan mental yang digunakan Polda NTT, tanpa memerinci seluruh tahapan pelaksanaannya.
Rangkaian kegiatan itu dikaitkan dengan Hari Bhayangkara ke-80. RRI Kupang menyebut penghargaan diserahkan pada 4 Juli 2026 di Mapolda NTT, sementara Detik Bali juga menegaskan lokasi penyerahan di Mapolda NTT pada hari yang sama.
Peserta lintas kelompok
Detik Bali melaporkan bahwa peserta terapi mencakup anggota Polri, masyarakat umum, dan warga binaan. Sementara itu, RRI Kupang menyebut program dilakukan di 22 satuan kerja, tetapi tidak merinci komposisi peserta di setiap lokasi.
Dengan demikian, rekor yang dicatat Polda NTT bukan hanya soal jumlah peserta, melainkan juga penerapan terapi kesehatan mental USEFT pada skala kepolisian daerah pertama di Indonesia.
Sumber
Berita berikutnya

Noldy Pellokila: Gotong Royong Jadi Wujud Nyata Bela Negara
Kepala Kesbangpol NTT Noldy Hosea Pellokila menilai gotong royong sebagai wujud nyata bela negara yang dapat dilakukan masyarakat dalam kehidupan seha…
Baca juga



