NTT Hari Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026

Rote Ndao Siapkan 150 Hektare untuk Pengembangan Sorgum

Wakil Bupati Rote Ndao memimpin panen perdana sorgum Bioguma 3 Agritan di Pantai Baru pada 22 Oktober 2026. Pemkab menyiapkan 150 hektare untuk musim tanam Desember.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan udara barisan tanaman di ladang pertanian yang sebagian tergenang air.
Ilustrasi: Pemandangan udara barisan tanaman di ladang pertanian yang sebagian tergenang air. · Foto: U.S. Department of Agriculture / rawpixel (Openverse), CC0

Oma Polin — Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi Dudelusy Dethan memimpin panen raya perdana benih sorgum varietas Bioguma 3 Agritan pada Kamis, 22 Oktober 2026, di dua lahan pertanian di Kecamatan Pantai Baru.

Mengapa ini penting: Rencana penanaman 150 hektare pada Desember 2026 membuka perluasan budidaya sorgum bagi kelompok tani di sejumlah kecamatan Rote Ndao.

Panen berlangsung bersama Kelompok Tani Sumber Harapan di Oma Polin, Desa Tungganamo, dan Kelompok Tani Dalesue di Haebupu, Desa Lekona. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Rote Ndao Nixon Molelanik Balukh turut mendampingi kegiatan tersebut.

Menurut Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan Tribunnews Kupang, panen seluas 2 hektare itu disiapkan untuk pengadaan benih yang akan mendukung pengembangan sorgum dalam skala lebih besar. Pemerintah kabupaten telah menyiapkan lahan tanam seluas 150 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan untuk musim tanam Desember 2026.

Rencana lahan tersebut tidak mencakup Kecamatan Ndao Nuse dan Rote Tengah, menurut penjelasan kepala dinas yang dikutip dalam berita pemerintah kabupaten. Pemerintah daerah mendorong sorgum sebagai salah satu komoditas pangan alternatif selain padi.

Bioguma 3 Agritan dapat dipanen pertama setelah sekitar 120 hari. Tanaman itu kemudian dapat dipanen kembali melalui sistem ratun, yakni pemangkasan batang setelah panen, hingga empat kali dengan jeda sekitar 75 hari, menurut penjelasan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Rote Ndao.

Hasil panen calon benih disebut akan diserap produsen sorgum dengan harga Rp8.000 per kilogram. Pemerintah kabupaten menyatakan pengembangan komoditas tersebut ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan petani.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kepulauan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.