Sekolah Rakyat Sumba Timur Disiapkan di Lahan 10 Hektare Kelurahan Temu
Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menyiapkan lahan 10 hektare di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, untuk pembangunan Sekolah Rakyat bagi anak dari keluarga desil 1–3.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Waingapu — Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, menyiapkan lahan seluas 10 hektare di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, untuk rencana pembangunan Sekolah Rakyat bagi anak dari keluarga berpenghasilan rendah.
Kepala Dinas Sosial Sumba Timur, Andreas Mulla, mengatakan pemerintah daerah telah menyediakan lahan yang merupakan aset pemerintah dan menghibahkannya untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Menurut dia, lahan di Kelurahan Temu sudah disurvei dan dinilai memenuhi syarat, dengan catatan pemenuhan dokumen tata ruang dan peningkatan akses jalan menuju lokasi.
Andreas menjelaskan, pemerintah daerah telah menyampaikan berbagai dokumen administratif yang diminta pemerintah pusat. Dokumen itu mencakup persetujuan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang (KKPR), analisis risiko bencana, surat pernyataan kesediaan alih status lahan, surat perizinan, serta dukungan pemerintah daerah untuk pembangunan infrastruktur jalan.
Ia menambahkan, setelah proses KKPR dan persetujuan teknis di kantor pertanahan selesai, tahap berikutnya adalah penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat terkait pelaksanaan pembangunan Sekolah Rakyat. Pemerintah daerah juga berkomitmen menyiapkan akses jalan, air bersih, dan jaringan listrik menuju lokasi sekolah.
Program Sekolah Rakyat dan sasaran penerima
Andreas menyebut Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program pendidikan gratis bagi masyarakat dari keluarga tidak mampu yang menjadi prioritas pemerintah pusat. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga yang masuk desil 1 hingga desil 3, berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
Sebelum diterima, calon siswa akan menjalani asesmen di sekolah asal masing-masing. Pemerintah daerah akan menghimpun peserta dari berbagai sekolah di Sumba Timur untuk kemudian ditetapkan sebagai penerima pendidikan di Sekolah Rakyat.
Selain pendidikan, program ini dikaitkan dengan bantuan sosial bagi keluarga siswa. Orang tua yang tidak memiliki rumah layak huni dapat memperoleh bantuan pembangunan rumah, sedangkan keluarga yang kekurangan modal usaha dapat menerima bantuan permodalan.
Jadwal dan tahapan pembangunan
Menurut laporan RRI, pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Sumba Timur direncanakan mulai pada tahun 2027, setelah seluruh persyaratan administrasi dan teknis diselesaikan. Saat ini pemerintah daerah masih memproses KKPR dan persetujuan teknis, serta menyiapkan infrastruktur pendukung di sekitar lokasi.
Wakil Menteri Sosial menyatakan keinginan agar pembangunan Sekolah Rakyat di Sumba Timur segera dimulai begitu dokumen tata ruang dan akses jalan selesai dipenuhi. Lahan di Kelurahan Temu disebut strategis karena dilintasi aliran air bersih dan jaringan listrik.
Hingga pertengahan September 2026, pemerintah daerah dan Kementerian Sosial masih berada pada tahap pematangan persiapan dan pemenuhan persyaratan, sementara nota kesepahaman pembangunan belum diberitakan telah ditandatangani.
Dukungan politik daerah
Di tingkat daerah, pemerintah kabupaten mendorong dukungan politik dari DPRD untuk pengembangan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari peningkatan akses pendidikan di wilayah terpencil. Wakil Bupati Sumba Timur menyatakan perlunya dukungan legislatif terhadap program sekolah nasional terintegrasi yang menjadi bagian dari kebijakan pendidikan pemerintah pusat.
Pemerintah daerah memandang Sekolah Rakyat sebagai sarana untuk memperluas kesempatan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sumba Timur. Program ini diharapkan dapat menjangkau anak-anak dari keluarga miskin yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan.
Sumber
Berita berikutnya

TKD Berkurang, 60 Persen Sekolah di Sumba Timur Rusak
Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Sumba Timur Imanuel Takandjandji menyebut efisiensi anggaran dan berkurangnya transfer ke daerah dalam setahun t…
Baca juga




