NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

TKD Berkurang, 60 Persen Sekolah di Sumba Timur Rusak

Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Sumba Timur Imanuel Takandjandji menyebut efisiensi anggaran dan berkurangnya transfer ke daerah dalam setahun terakhir mengurangi ruang APBD membiayai pendidikan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: near the house we can see old Sumba Cemetary.
Foto arsip: near the house we can see old Sumba Cemetary. · Foto: Irfantraveller / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Waingapu — Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumba Timur, Imanuel Takandjandji, menyatakan efisiensi anggaran dan berkurangnya transfer ke daerah (TKD) dalam setahun terakhir berdampak pada kemampuan APBD membiayai sektor pendidikan di daerah itu.

Imanuel menyampaikan hal tersebut pada Selasa, 15 September 2026, di Waingapu, setelah pelantikan Menteri Keuangan yang baru Suahasil Nazara pada 14 September 2026. Ia berharap pemerintah pusat melalui Menteri Keuangan memperkuat kembali dukungan fiskal untuk layanan dasar, terutama pendidikan.

Menurut Imanuel, kebijakan efisiensi anggaran membuat jumlah kegiatan pendidikan yang bisa dilaksanakan pemerintah daerah menyusut dibandingkan periode sebelumnya. Ia mengaitkan kondisi itu dengan berkurangnya TKD yang selama setahun terakhir terkena kebijakan efisiensi.

Revitalisasi belum menjangkau seluruh sekolah

Di tengah penyesuaian fiskal, Dinas Pendidikan Sumba Timur masih mendapatkan anggaran revitalisasi gedung sekolah dari pemerintah pusat. Menurut Imanuel, saat ini terdapat 74 sekolah di Sumba Timur yang menerima program revitalisasi tersebut.

Namun jumlah itu belum sebanding dengan kebutuhan perbaikan sarana pendidikan di daerah itu. Imanuel menjelaskan, dinas telah mengajukan usulan perbaikan untuk hampir 450 unit sekolah melalui aplikasi yang disiapkan kementerian. Ia menyebut sebagian besar sekolah yang diusulkan berada dalam kondisi rusak berat.

Data yang disampaikan Imanuel menunjukkan cakupan persoalan infrastruktur pendidikan yang luas. Di Sumba Timur saat ini terdapat 675 PAUD, 265 sekolah dasar, dan sekitar 89 sekolah menengah pertama. Dari keseluruhan satuan pendidikan itu, sekitar 60 persen dilaporkan mengalami kerusakan.

Dengan proporsi tersebut, revitalisasi terhadap 74 sekolah baru menyentuh sebagian kecil dari kebutuhan perbaikan yang telah diidentifikasi pemerintah daerah. Imanuel menegaskan masih banyak sekolah yang belum tersentuh program revitalisasi karena keterbatasan anggaran dan prioritas.

TKD, ruang fiskal, dan layanan dasar

TKD merupakan salah satu sumber utama kapasitas pembiayaan daerah melalui APBD. Menurut Imanuel, pengurangan TKD dalam satu tahun terakhir memengaruhi ruang fiskal pemerintah Kabupaten Sumba Timur untuk mendanai berbagai program pendidikan. Ia menilai penguatan kembali dukungan fiskal dari pusat penting untuk menjamin layanan dasar seperti pendidikan.

Imanuel menyampaikan harapan itu setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin, 14 September 2026, di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan 2024–2029.

Menurut pemberitaan beberapa media nasional, Purbaya menjabat sebagai Menteri Keuangan sejak 8 September 2025 sebelum digantikan Suahasil Nazara pada reshuffle kabinet 14 September 2026. Seusai pelantikan, Suahasil menyatakan akan menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara serta melanjutkan strategi fiskal pemerintah.

Di tingkat daerah, pernyataan Imanuel menunjukkan bagaimana perubahan kebijakan fiskal pusat, termasuk efisiensi TKD, berkelindan dengan kebutuhan dasar seperti perbaikan sarana sekolah di Sumba Timur. Dengan usulan hampir 450 sekolah dan kondisi kerusakan yang mencakup sekitar 60 persen satuan pendidikan, pemerintah daerah masih bergantung pada kombinasi TKD dan program revitalisasi untuk menutup kesenjangan layanan pendidikan.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.