Sumba Timur Promosikan 14 Desa Wisata Lewat Media Sosial
Pemerintah Kabupaten Sumba Timur mempromosikan 14 desa wisata melalui Instagram, Facebook, dan TikTok untuk memperkenalkan potensi alam, budaya, dan bahari serta membuka peluang usaha bagi warga.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 4 menit baca
Kupang — Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, memperluas promosi 14 desa wisata melalui media sosial untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan membuka peluang usaha masyarakat setempat. Promosi digital ini memanfaatkan konten foto, video pendek, serta informasi kegiatan dan potensi lokal di masing-masing desa.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Timur, Yudi Umbu Rawambaku, mengatakan promosi digital menjadi salah satu strategi untuk memperkenalkan potensi desa wisata kepada wisatawan secara lebih luas. Menurut dia, langkah ini diharapkan membantu masyarakat di luar Sumba Timur mengenali destinasi yang selama ini belum banyak diketahui.
Yudi menjelaskan dinas memanfaatkan platform digital seperti Instagram, Facebook, dan TikTok untuk mempromosikan daya tarik desa wisata. Instagram dan TikTok difokuskan untuk menampilkan visual destinasi, tradisi, dan kehidupan masyarakat, sedangkan Facebook digunakan untuk menyebarkan informasi publik serta agenda kegiatan budaya.
Kabupaten Sumba Timur memiliki 14 desa wisata dengan tiga klasifikasi, yakni desa wisata alam atau agrowisata, desa wisata budaya, dan desa wisata bahari. Ke-14 desa tersebut meliputi Lainjanji, Kaliuda, Rende, Watuhadang, Hawurut, Mondu, Praimadita, Tarimbang, Tandula Jangga, Lambanapu, Pariliu, Maulumbi, Kadumbul, dan Pambota Njara.
- Jumlah desa wisata: 14 desa wisata alam, budaya, dan bahari.
- Platform promosi: Instagram, Facebook, dan TikTok.
- Potensi utama: alam, budaya, dan bahari dengan produk kuliner, kerajinan, dan cendera mata.
Promosi dikaitkan dengan usaha warga
Pemerintah daerah mendorong agar promosi desa wisata tidak berhenti pada pengenalan destinasi. Daya tarik desa dikemas menjadi informasi dan produk wisata yang diharapkan mendorong wisatawan berkunjung dan tinggal lebih lama.
Potensi yang diperkenalkan mencakup tradisi masyarakat adat, tenun, kehidupan budaya, serta keindahan alam di masing-masing desa wisata. Penetapan desa wisata menjadi salah satu strategi kebijakan untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal di bidang pariwisata.
Promosi digital dikaitkan dengan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang kuliner, kerajinan, dan cendera mata. Pemerintah daerah mendorong pelaku usaha lokal memanfaatkan momentum promosi untuk menawarkan produk yang berkaitan dengan pengalaman wisata di desa.
Pemkab Sumba Timur juga menggunakan identitas visual bersama untuk desa wisata. Logo promosi pariwisata Sumba Timur memuat simbol kuda dan unsur bahari, alam, serta budaya, dengan warna biru, hijau, dan cokelat yang merepresentasikan karakter destinasi bahari, alam, dan budaya.
Kolaborasi dan tantangan digitalisasi
Pengembangan desa wisata di Sumba Timur dikaitkan dengan pendekatan pentaheliks yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan media. Sinergi berbagai pihak dianggap penting untuk memperkuat pengelolaan destinasi, promosi, dan pemulihan pariwisata.
Akademisi didorong berperan dalam penyusunan profil digital, pemetaan potensi desa wisata, serta pelatihan pengelola dalam penggunaan media digital. Pemerintah daerah memandang penguatan sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas layanan bagi wisatawan.
Kelompok sadar wisata dan pemuda desa disebut sebagai penggerak utama promosi karena memahami potensi lokal. Mereka didorong aktif memproduksi konten, menerima tamu, dan mengelola kunjungan agar manfaat pariwisata dirasakan masyarakat.
Tantangan yang muncul dalam promosi digital antara lain keterbatasan jaringan telekomunikasi di sejumlah wilayah pedalaman dan kebutuhan peningkatan kemampuan membuat konten serta mengelola media sosial. Pemerintah daerah dan mitra mendorong pelatihan dan pendampingan agar pengelola desa wisata mampu memanfaatkan media digital secara berkelanjutan.
Konteks pengembangan desa wisata
Penetapan desa wisata di Sumba Timur telah berlangsung beberapa tahun dan terus dikembangkan. Desa seperti Pambota Njara, Tandula Jangga, Tarimbang, Watuhadang, dan Lainjanji dikenal memiliki potensi alam dan budaya yang menjadi daya tarik wisata.
Penelitian dan pemberitaan tentang desa wisata Sumba Timur menunjukkan perlunya sinergi pentaheliks dan pelibatan masyarakat sebagai pelaku utama pariwisata. Kebijakan promosi digital desa wisata melalui media sosial menjadi bagian dari upaya memperluas pasar sekaligus mengaitkan pariwisata dengan penguatan ekonomi lokal.
Sumber
- Bisnis.com - Pesona Desa Wisata Sumba Timur Diperkenalkan via Media Sosial
- MAI LA HUMBA – Kabupaten Sumba Timur dalam Profil Pariwisata dan Budaya
- TIMES Indonesia – Pesona Pantai Tarimbang Sumba Timur, Surganya Peselancar
- RRI – Pengembangan Pariwisata Butuh Dukungan SDM
- UGM Repository – Sinergisitas Pentahelix Dalam Upaya Pemulihan Destinasi Pariwisata Sumba Timur Di Era New Normal
Berita berikutnya

Festival Seni Budaya Sumba Barat Gratis 25–29 Agustus 2026
Festival Seni Budaya Sumba Barat dijadwalkan berlangsung pada 25–29 Agustus 2026 di Kabupaten Sumba Barat, NTT.
Baca juga



