NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

UGM Kembalikan Artefak Situs Warloka kepada Warga Desa Warloka Pesisir

UGM mengembalikan koleksi hasil ekskavasi Situs Warloka kepada warga Desa Warloka Pesisir. Penyerahan pada 14 Juli 2025 itu melibatkan University of Glasgow dan Pemkab Manggarai Barat.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Labuan Bajo, Flores Island, Indonesia.
Foto arsip: Labuan Bajo, Flores Island, Indonesia. · Foto: Jakub Hałun / Wikimedia Commons, CC BY 4.0

Labuan Bajo — Universitas Gadjah Mada mengembalikan koleksi artefak hasil ekskavasi Situs Warloka kepada masyarakat Warloka di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Penyerahan itu berlangsung pada 14 Juli 2025 dan melibatkan Departemen Arkeologi serta Program Studi Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya UGM bersama University of Glasgow dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.

Menurut keterangan UGM, koleksi yang dipulangkan terdiri atas sekitar 40 kilogram benda budaya yang terbagi dalam 15 kategori, termasuk perhiasan, alat bantu, keramik, gerabah, koin, dan sisa kerangka tiga individu leluhur. UGM menyebut temuan itu berasal dari ekskavasi pada 2010 dan selama ini disimpan untuk kepentingan penelitian.

Ketua tim peneliti UGM Tular Sudarmadi mengatakan pengembalian dilakukan karena temuan tersebut pada dasarnya merupakan milik masyarakat Warloka. Dalam keterangan UGM, kerangka leluhur akan dimakamkan kembali sesuai adat dan kepercayaan warga.

University of Glasgow juga menyebut repatriasi itu berlangsung pada 14 Juli di Warloka dan menjadi hasil kerja sama riset yang telah berlangsung sejak 2010. Lembaga itu menulis bahwa sisa kerangka dimakamkan kembali menurut tradisi setempat, sementara benda budaya lainnya disimpan sementara di kantor dinas pariwisata setempat sambil menunggu ruang pamer di Warloka.

Di sisi lain, pemerintah daerah Manggarai Barat menyatakan pengembalian artefak ini penting untuk memperkuat narasi sejarah Warloka sebagai kawasan perdagangan lama. Pemerintah daerah juga mendorong pengembangan ruang edukasi dan penanda sejarah agar situs itu bisa dibaca sebagai warisan budaya, bukan sekadar lokasi temuan arkeologi.

Temuan di Warloka sebelumnya menunjukkan adanya jaringan hubungan dagang masa lampau melalui keramik dan benda impor lain dari berbagai wilayah. Dalam penjelasan UGM dan University of Glasgow, situs itu juga memuat jejak penguburan manusia dari abad ke-13 hingga ke-15, yang memperlihatkan lapisan sejarah masyarakat pesisir Flores pada masa protohistori.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.