NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Undana dan ATSEA Formalisasi Riset Dugong dan Lamun di Rote Ndao

Undana dan ATSEA telah menandatangani kerja sama konservasi dugong dan lamun, dengan fokus awal di Rote Ndao. Kolaborasi ini mencakup riset, pertukaran akademik, penguatan kapasitas, dan dasar kebijakan konservasi.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 2 menit baca

Kupang — Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Arafura and Timor Seas Ecosystem Action (ATSEA) telah memformalkan kerja sama konservasi dugong dan padang lamun di Nusa Tenggara Timur. Kedua pihak menandatangani nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama pada 22 Juni 2026, dengan fokus awal di Rote Ndao.

Dalam rilis Undana pada 21 April 2026, kampus itu menyebut penjajakan kerja sama riset dilakukan lewat audiensi di Kupang pada 20 April 2026. Pertemuan tersebut membahas riset dugong dan ekosistem lamun di kawasan Laut Timor dan Arafura, serta rencana kegiatan seperti diskusi kelompok terpumpun, survei lapangan, dan pelibatan mahasiswa.

ATSEA menyatakan kemitraan itu dibangun untuk memperkuat dasar ilmiah konservasi dugong dan lamun sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan. Dalam newsletter ATSEA dan publikasi di platform pengetahuan pengelolaan lingkungan internasional, kerja sama ini disebut mencakup penelitian, pertukaran akademik, penguatan kapasitas, dan kegiatan konservasi di bawah inisiatif Dugong and Seagrass Conservation Initiative.

Undana menjelaskan kerja sama tersebut juga melibatkan Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan. Dokumen yang ditandatangani menempatkan Rote Ndao sebagai lokasi awal kegiatan, termasuk penilaian dasar kondisi dugong dan padang lamun, pengumpulan data genetik, serta pelibatan masyarakat dan mahasiswa.

Kerja sama ini juga dikaitkan dengan upaya penyusunan kebijakan konservasi. ATSEA menyebut salah satu komponennya bertujuan memperkuat kebijakan melalui kolaborasi dengan BRIN dan penyelenggaraan simposium internasional tentang konservasi lamun pada 2027.

Di tingkat kawasan, ATSEA bekerja di wilayah Laut Arafura dan Laut Timor yang melibatkan Indonesia, Australia, Papua Nugini, dan Timor Leste. Pada dokumen ATSEA, dugong disebut sebagai satwa yang bergantung pada padang lamun, sehingga perlindungan habitat menjadi bagian utama dari agenda riset.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.