NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Undana Dukung Rintisan Kampus Pariwisata di Sumba Barat Daya

Universitas Nusa Cendana menerima audiensi Yayasan Maringgi Malala dan menyatakan dukungan untuk merintis perguruan tinggi berbasis pariwisata di Sumba Barat yang menyasar lulusan sekolah menengah di Sumba Barat Daya.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Penampakan Rumah adat Sumba NTT ketika dipotret dari luar kampung.
Foto arsip: Penampakan Rumah adat Sumba NTT ketika dipotret dari luar kampung. · Foto: Nathan Bulang / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Kupang — Universitas Nusa Cendana (Undana) menyatakan dukungan terhadap rencana Yayasan Maringgi Malala merintis perguruan tinggi berbasis pariwisata di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, yang menyasar lulusan sekolah menengah di wilayah Sumba Barat Daya (SBD).

Informasi mengenai rencana kerja sama ini disampaikan dalam siaran resmi Undana yang memuat pertemuan antara pimpinan universitas dan pengurus yayasan di Kupang.

Dalam pertemuan itu, Undana menerima audiensi Yayasan Maringgi Malala yang menawarkan kolaborasi strategis untuk mendirikan institusi pendidikan tinggi pariwisata di Sumba Barat.

Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, menyatakan Undana siap memberikan pendampingan akademik bagi rencana pendirian kampus tersebut.

Pendampingan yang ditawarkan Undana mencakup penguatan sistem pembelajaran, pengembangan kurikulum, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi yang akan dirintis.

Menurut Undana, kerja sama ini sejalan dengan arah pengembangan universitas yang menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu bidang unggulan, sebagaimana tercermin dalam rencana strategis Undana 2020–2024.

Audiensi dan rencana kerja sama

Ketua Yayasan Maringgi Malala, Yonatan B. Agu Ate, menjelaskan bahwa urgensi pendirian kampus pariwisata muncul dari rendahnya angka lulusan sekolah menengah di Sumba Barat Daya yang melanjutkan pendidikan ke jenjang tinggi.

Dalam paparan yang dikutip Undana, Yonatan menyebut data sekitar 1.800 lulusan SMK pariwisata di wilayah tersebut, dengan hanya sekitar 17 persen yang melanjutkan studi ke universitas.

Menurut Yonatan, kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan tenaga kerja lokal yang memiliki kualifikasi memadai di sektor pariwisata, sehingga banyak posisi strategis diisi pekerja dari luar daerah.

Yayasan Maringgi Malala memandang keberadaan perguruan tinggi pariwisata di Sumba Barat Daya dapat memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal untuk mengelola potensi wisata secara berkelanjutan.

Undana menyebut pertemuan dengan yayasan sebagai langkah awal penjajakan kerja sama, yang akan ditindaklanjuti melalui penyusunan nota kesepahaman (MoU) dan pembentukan tim teknis bersama.

Tim tersebut direncanakan bertugas merumuskan desain akademik, kebutuhan sumber daya manusia, dan pola pendampingan Undana terhadap kampus rintisan di Sumba Barat.

Konteks pengembangan pariwisata Sumba Barat Daya

Dalam berbagai dokumen perencanaan daerah, sektor pariwisata disebut sebagai salah satu penggerak ekonomi di wilayah Sumba, termasuk Sumba Barat Daya.

Pemerintah daerah Sumba Barat Daya menempatkan pengembangan destinasi wisata dan peningkatan kapasitas pelaku pariwisata sebagai bagian dari strategi meningkatkan pendapatan asli daerah.

Sejumlah kajian Undana dan lembaga lain menunjukkan perlunya penguatan sumber daya manusia lokal untuk mendukung pengelolaan destinasi wisata, promosi, dan layanan pariwisata di Sumba.

Dalam konteks tersebut, rencana Undana dan Yayasan Maringgi Malala mendirikan perguruan tinggi pariwisata di Sumba Barat Daya menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan vokasi dan akademik di sektor pariwisata di tingkat lokal.

Undana menyatakan siap mengarahkan pengalaman pengembangan pariwisata dan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya untuk mendukung desain kampus baru.

Hingga saat ini, Undana belum mengumumkan rincian waktu penandatanganan MoU, lokasi kampus, maupun daftar program studi yang akan dibuka.

Rencana tersebut masih berada pada tahap audiensi dan penjajakan, dengan komitmen awal berupa pendampingan akademik dari Undana dan penyusunan kerangka kerja sama dengan Yayasan Maringgi Malala.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.