NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

18 Tim Ikut Manuwolu Cup 2026 di Sumba Tengah

Turnamen Manuwolu Cup 2026 resmi bergulir di Desa Manuwolu, Kecamatan Mamboro, Sumba Tengah. Sebanyak 18 tim ikut serta dalam tiga cabang olahraga: sepak bola, bola voli, dan pacuan kuda.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Pulau Sumba merupakan pulau bagian selatan Indonesia yang berada di Nusa Tenggara Timur.
Foto arsip: Pulau Sumba merupakan pulau bagian selatan Indonesia yang berada di Nusa Tenggara Timur. · Foto: Zahrasrtn / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Sumba Tengah — Turnamen Manuwolu Cup 2026 resmi dibuka di Lapangan Oemboe Laki Mbali, Desa Manuwolu, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah, pada Sabtu, 12 September 2026. Kompetisi perdana ini mempertandingkan tiga cabang olahraga: sepak bola, bola voli, dan pacuan kuda, dengan melibatkan 18 tim peserta.

Pembukaan turnamen dilakukan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Tengah, Lukas Woli, SP, yang hadir mewakili Bupati Sumba Tengah. Dalam sambutannya, Lukas menekankan pentingnya menjadikan Manuwolu Cup sebagai ajang memperkuat persaudaraan dan silaturahmi warga melalui olahraga.

Menurut laporan RRI Kupang, pembukaan turnamen dihadiri unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat, termasuk perwakilan DPRD Kabupaten Sumba Tengah, aparat kepolisian di tingkat kecamatan, perangkat desa, panitia, dan para peserta. Kehadiran berbagai unsur ini disebut sebagai dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen perdana di Desa Manuwolu.

Pemerintah daerah menempatkan Manuwolu Cup bukan semata sebagai ajang mencari juara, tetapi sebagai ruang partisipasi masyarakat dalam olahraga serta sarana membangun kebersamaan di tingkat desa dan kecamatan. Lukas berharap turnamen ini dapat berlanjut menjadi agenda olahraga rutin di wilayah tersebut.

Tiga cabang olahraga

RRI Kupang melaporkan, Manuwolu Cup 2026 menjadi penyelenggaraan perdana di Desa Manuwolu. Sebanyak 18 tim ambil bagian dalam turnamen yang mempertandingkan tiga cabang olahraga: sepak bola, bola voli, dan pacuan kuda.

Keberlanjutan turnamen dinilai pemerintah daerah dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan bakat dan prestasi olahraga. Melalui tiga cabang tersebut, warga diberi kesempatan terlibat dalam kompetisi beregu seperti sepak bola dan bola voli, sekaligus dalam pacuan kuda yang menjadi salah satu olahraga yang dekat dengan tradisi masyarakat Sumba.

Dalam arahannya, Lukas meminta seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, dan prinsip fair play selama pertandingan. Ia mengingatkan peserta untuk menghormati keputusan wasit serta tidak menjadikan perbedaan antartim sebagai alasan permusuhan. Pesan itu diarahkan agar persaingan di lapangan tetap berlangsung dalam suasana saling menghormati.

Lukas juga mengajak masyarakat dan penonton menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan selama seluruh rangkaian kegiatan. Menurut dia, dukungan penonton dan warga penting agar pertandingan berjalan aman dan menghadirkan semangat persaudaraan di Desa Manuwolu.

Peresmian nama baru lapangan

Pembukaan Manuwolu Cup 2026 sekaligus menjadi momentum perubahan nama lapangan di Desa Manuwolu. Lapangan Kawarak secara resmi berganti nama menjadi Lapangan Oemboe Laki Mbali.

Perubahan nama itu ditandai penyerahan dari perwakilan keluarga kepada Pemerintah Desa Manuwolu, sebelum rangkaian pertandingan dimulai. Melalui peresmian tersebut, lapangan yang menjadi pusat kegiatan olahraga desa diharapkan semakin dikenal sebagai lokasi pelaksanaan berbagai turnamen di Kecamatan Mamboro.

Dalam kesempatan yang sama, Lukas menyampaikan apresiasi kepada panitia, Pemerintah Desa Manuwolu, sponsor, serta pihak-pihak yang mendukung kegiatan. Pemerintah daerah menilai dukungan tersebut penting bagi penyelenggaraan turnamen perdana yang melibatkan 18 tim dan tiga cabang olahraga di tingkat desa.

Turnamen Manuwolu Cup 2026 menambah deret kegiatan olahraga di Kabupaten Sumba Tengah yang diinisiasi pemerintah bersama masyarakat, setelah sebelumnya berbagai kompetisi sepak bola pelajar dan pacuan kuda digelar di kecamatan lain. Melalui ajang seperti Manuwolu Cup, pemerintah daerah berharap minat olahraga tumbuh dan nilai persaudaraan masyarakat terjaga.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.