79 Mahasiswa Politeknik St. Wilhelmus Boawae Diwisuda Melalui Yudisium
Sebanyak 79 mahasiswa Politeknik St. Wilhelmus di Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, mengikuti prosesi yudisium kelulusan pada 19 September 2026.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca Diperbarui
Boawae, Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT — Sebanyak 79 mahasiswa Politeknik St. Wilhelmus di Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, mengikuti prosesi yudisium kelulusan sebagai tanda resmi menyelesaikan studi pada berbagai program vokasi pada 19 September 2026.
Prosesi yudisium berlangsung di kampus Politeknik St. Wilhelmus di Jalan Trans Flores, Boawae. Menurut laporan Ekorantt.com, kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya masa studi bagi 79 mahasiswa dari berbagai program studi di bidang pertanian dan akuntansi.
Politeknik St. Wilhelmus berlokasi di Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, dan terdaftar sebagai satuan pendidikan vokasi di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Data Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi menunjukkan kampus ini beralamat di Jalan Trans Flores, Boawae, Desa Olakile, dengan status sebagai politeknik swasta yang menyelenggarakan pendidikan vokasi di Nusa Tenggara Timur.
Menurut pemberitaan Ekorantt.com, pimpinan Politeknik St. Wilhelmus dalam sambutannya menegaskan bahwa lulusan yang menjalani yudisium diharapkan siap memasuki dunia kerja, khususnya di sektor pertanian dan usaha berbasis lahan kering di Nagekeo dan wilayah NTT. Kampus mendorong agar lulusan tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu mengembangkan usaha berbasis kompetensi vokasi yang diperoleh selama kuliah.
Politeknik St. Wilhelmus fokus pada pendidikan vokasi di bidang pertanian dan agribisnis. Dalam wawancara sebelumnya, pimpinan kampus menjelaskan bahwa sebagian besar mahasiswa berasal dari keluarga petani, sehingga kurikulum dirancang untuk memperkuat keahlian praktis di lahan kering dan pengelolaan usaha tani. Pendekatan vokasi ini diharapkan melahirkan tenaga terampil dan wirausaha muda di sektor pangan dan hortikultura di Nusa Tenggara Timur.
Kampus ini juga memanfaatkan skema bantuan pendidikan seperti KIP Kuliah dan dukungan yayasan untuk memperluas akses pendidikan vokasi bagi anak-anak petani. Dengan demikian, prosesi yudisium menjadi langkah penting yang menandai transisi mahasiswa dari proses pembelajaran di kampus menuju dunia kerja dan pengembangan usaha di desa masing-masing.
Pada prosesi yudisium 19 September 2026, pimpinan kampus mengingatkan para lulusan agar menjaga integritas dan mempraktikkan ilmu secara bertanggung jawab di masyarakat. Lulusan didorong untuk tetap menjalin hubungan dengan almamater dan memanfaatkan jaringan kampus dalam mencari peluang kerja, magang, maupun pengembangan usaha di bidang pertanian dan jasa penunjang.
Data Kementerian Pendidikan menunjukkan bahwa Politeknik St. Wilhelmus memiliki beberapa program studi vokasi, antara lain program terkait tanaman pangan dan hortikultura, pengelolaan lahan kering, dan akuntansi. Lulusan yang mengikuti yudisium pada 19 September 2026 berasal dari angkatan berbeda yang telah memenuhi syarat akademik dan administratif untuk dinyatakan lulus dan menyandang gelar vokasi sesuai program studi masing-masing.
Dengan jumlah lulusan yang mengikuti yudisium mencapai 79 orang, Politeknik St. Wilhelmus menambah pasokan tenaga vokasi di Nagekeo dan wilayah lain di NTT. Pihak kampus berharap kehadiran lulusan baru ini dapat memperkuat sektor pertanian, tata kelola keuangan usaha kecil, dan kegiatan ekonomi lokal di tingkat desa.
Sumber
Berita berikutnya

Mahasiswa Unipa Maumere Magang di Kementerian Koperasi RI
Universitas Nusa Nipa (Unipa) Indonesia di Maumere mengirim satu mahasiswa, Yohanes Afrilyano Bataona, untuk mengikuti program magang selama empat sam…
Baca juga


