918 Siswa SD di Sumba Barat Terima Paket Belajar Program Sponsorship
Program Sponsorship di Kabupaten Sumba Barat menyalurkan paket belajar kepada 918 siswa sekolah dasar dari keluarga miskin dan terpinggirkan.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Sumba Barat — — Program Sponsorship di Kabupaten Sumba Barat menyalurkan paket belajar kepada 918 siswa sekolah dasar yang tergolong anak miskin dan terpinggirkan di wilayah intervensi Sponsorship.
Menurut Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, kegiatan ini dilaksanakan oleh Perkumpulan Stimulant Institute (PSI) Sumba sebagai mitra Yayasan Save the Children Indonesia melalui Program Sponsorship.
Program ini dirancang sebagai respon terhadap situasi pandemi Covid-19, ketika banyak peserta didik harus belajar dari rumah dan keluarga mengalami penurunan pendapatan.
918 Siswa di 47 SD Intervensi
Dalam laporan resmi Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, penentuan penerima paket belajar dilakukan melalui proses asesmen untuk memastikan data anak yang menerima bantuan valid dan tepat sasaran.
Asesmen tersebut melibatkan pihak sekolah dan pemerintah desa di wilayah intervensi Sponsorship.
Merujuk hasil asesmen, terpilih 918 anak penerima bantuan, terdiri dari 513 anak laki-laki dan 405 anak perempuan, yang berasal dari 47 sekolah dasar intervensi Sponsorship di Kabupaten Sumba Barat.
Data terpisah Pemerintah Kabupaten Sumba Barat mengenai dukungan Sponsorship untuk pembelajaran tatap muka juga menyebut 47 SD dampingan Sponsorship sebagai sasaran distribusi perlengkapan kebersihan bagi siswa.
Informasi tersebut menunjukkan konsistensi angka sekolah dampingan Sponsorship yang menjadi target berbagai intervensi pendidikan dasar di kabupaten ini.
Isi Paket Belajar dan Tahapan Distribusi
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat menjelaskan bahwa paket bantuan belajar yang diberikan kepada siswa berisi tas sekolah, alat tulis, buku cerita, dan alat peraga seperti puzzle dan kartu surat.
Paket ini dimaksudkan untuk membantu anak mengerjakan pekerjaan rumah dari guru wali kelas serta memotivasi siswa agar tetap semangat belajar dan meningkatkan kemampuan literasi di masa pandemi.
Distribusi paket belajar dilakukan dalam dua tahap, yaitu pada Agustus 2021 dan September 2021.
Bantuan diserahkan langsung kepada anak-anak di sekolah sasaran, setelah proses asesmen dan konfirmasi data penerima selesai.
Bagian dari Program Sponsorship di Sumba
Program Sponsorship Save the Children di Sumba Barat dan Sumba Tengah telah berjalan sejak 2014 dan dirancang untuk berlangsung selama sepuluh tahun.
Menurut Save the Children, program ini bertujuan memenuhi hak anak atas kesehatan dan kesejahteraan, serta memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk bertahan hidup, belajar, dan mendapatkan perlindungan.
Program Sponsorship memiliki beberapa sub-program, antara lain kesehatan ibu dan anak, pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, kesehatan dan nutrisi di sekolah, serta pengembangan remaja.
Di Kabupaten Sumba Barat, Stimulant Institute menjadi pelaksana lapangan untuk komponen pendidikan dasar dan kesehatan sekolah, termasuk dukungan paket belajar dan sarana pembelajaran lainnya bagi sekolah dampingan Sponsorship.
Sasaran Anak Termiskin dan Terpinggirkan
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat menegaskan bahwa prioritas penerima paket belajar adalah anak-anak yang tergolong marginalized, yakni kelompok yang kesulitan akses dan hidup dalam keluarga dengan pendapatan di bawah rata-rata yang terdampak pandemi Covid-19.
Penentuan penerima dilakukan melalui asesmen yang melibatkan sekolah dan pemerintah desa, untuk memastikan bantuan jatuh kepada anak yang paling membutuhkan.
Melalui distribusi 918 paket belajar ini, pemerintah daerah dan mitra berharap terjadi pemerataan fasilitas belajar bagi anak-anak yang terpinggirkan sehingga mereka memiliki kesempatan yang lebih setara dalam kegiatan belajar, termasuk dalam peningkatan literasi dasar.
Sumber
Berita berikutnya

Belalang Kembara Kuasai 10 Hektare Padang Tandening Sumba Timur
Sekitar 10 hektare Padang Tandening di Desa Kaliuda, Sumba Timur, dilaporkan dipenuhi belalang kembara pada akhir Juni 2019.
Baca juga



