NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Bapanas: Bantuan Pangan Tahap Pertama NTT Tersalur 16,75 Juta Kg

Badan Pangan Nasional menyebut penyaluran bantuan pangan beras tahap pertama di Nusa Tenggara Timur telah terealisasi 100 persen hingga 31 Juli 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

KupangBadan Pangan Nasional menyatakan penyaluran bantuan pangan beras tahap pertama di Nusa Tenggara Timur telah mencapai 100 persen hingga 31 Juli 2026, dengan total 16.752.240 kilogram beras untuk 837.612 Penerima Bantuan Pangan.

Informasi itu tercantum dalam siaran pers Badan Pangan Nasional yang diakses melalui perpustakaan digital lembaga tersebut. Dalam publikasi itu disebutkan bahwa penyaluran bantuan pangan beras di Nusa Tenggara Timur tahap pertama telah terealisasi sepenuhnya kepada 837.612 penerima dengan volume setara 16.752.240 kilogram.

Badan Pangan Nasional menjelaskan bantuan pangan beras berasal dari Cadangan Beras Pemerintah sebagai bagian dari program bantuan pangan nasional kepada keluarga penerima di seluruh provinsi.

Data pokok penyaluran bantuan pangan di Nusa Tenggara Timur dalam siaran pers Badan Pangan Nasional adalah:

  • Penerima bantuan: 837.612 Penerima Bantuan Pangan
  • Volume beras tersalurkan: 16.752.240 kilogram
  • Status penyaluran tahap pertama: 100 persen hingga 31 Juli 2026
  • Bantuan beras untuk Kabupaten Alor: 746.000 kilogram

Intervensi beras di Kabupaten Alor

Publikasi Badan Pangan Nasional menyebut Kabupaten Alor menerima bantuan pangan beras sebanyak 746.000 kilogram sebagai bagian dari penyaluran Cadangan Beras Pemerintah hingga 31 Juli 2026.

Siaran pers itu juga memuat catatan bahwa realisasi penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kabupaten Alor selama Maret hingga Juli 2026 mencapai 764.070 kilogram. Penyaluran SPHP dilakukan melalui jaringan Rumah Pangan Kita, pengecer di pasar rakyat, dan kegiatan Gerakan Pangan Murah.

Jika kedua bentuk intervensi beras digabungkan, Badan Pangan Nasional menyebut total intervensi beras pemerintah di Kabupaten Alor mencapai sekitar 1,5 juta kilogram, berasal dari bantuan pangan 746.000 kilogram dan realisasi SPHP 764.070 kilogram.

Untuk periode alokasi Juli–September 2026, Badan Pangan Nasional dan sejumlah media nasional melaporkan bahwa Kabupaten Alor memperoleh alokasi bantuan pangan untuk 37.338 Penerima Bantuan Pangan. Setiap keluarga penerima berhak atas total 30 kilogram beras selama tiga bulan alokasi, dengan pembagian 10 kilogram per bulan.

Penyaluran bantuan pangan di Alor dilakukan melalui titik distribusi di desa dan kelurahan. Dalam beberapa laporan, penyaluran perdana di Alor disebut menjangkau desa-desa seperti Fuisama, Probur, dan Lembur Barat, sebagai bagian dari alokasi bantuan untuk Juli–September 2026.

Kondisi harga dan kebutuhan beras di Alor

Badan Pangan Nasional dalam keterangannya menyoroti tantangan akses beras di Kabupaten Alor akibat kondisi geografis dan biaya distribusi. Kebutuhan beras di Alor disebut berkisar antara 24.000 hingga 27.000 ton per tahun, sementara produksi lokal baru memenuhi sebagian kecil dari kebutuhan tersebut.

Sejumlah laporan media nasional yang merujuk data Badan Pangan Nasional menyebut harga beras di wilayah perkotaan Alor berada di kisaran Rp13.000 sampai Rp15.000 per kilogram. Di wilayah pedalaman, harga beras dilaporkan dapat mencapai Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram dan naik hingga sekitar Rp25.000 sampai Rp30.000 per kilogram ketika distribusi antarpulau terganggu oleh cuaca.

Gambaran nasional program bantuan pangan

Secara nasional, Badan Pangan Nasional mencatat bahwa hingga 31 Juli 2026 bantuan pangan telah tersalurkan kepada 33,24 juta penerima dengan total 662.867.840 kilogram beras dan 132.573.568 liter minyak goreng, atau sekitar 99,70 persen dari target penyaluran.

Data yang sama menunjukkan bahwa penyaluran beras SPHP secara nasional pada awal Agustus 2026 telah mencapai puluhan juta kilogram melalui jaringan mitra yang mencakup Rumah Pangan Kita, pengecer di pasar rakyat, dan pelaksana Gerakan Pangan Murah di berbagai daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.