Bimtek Menjahit Kampung UMi Dorong Tenun TTU Naik Kelas
Pusat Investasi Pemerintah bersama Kanwil DJPb NTT menggelar bimbingan teknis menjahit bagi penenun Program Kampung UMi Klaster Tenun dari Timor Tengah Utara selama 18 hari di Kupang untuk mengembangkan produk turunan bernilai ekonomi…
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Kupang — Pusat Investasi Pemerintah bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Nusa Tenggara Timur menggelar bimbingan teknis menjahit bagi penenun binaan Program Kampung UMi Klaster Tenun dari Kabupaten Timor Tengah Utara.
Menurut keterangan Pusat Investasi Pemerintah, kegiatan ini berlangsung selama 18 hari di Gerai Nice Handycraft, Jalan Vetnai, Kota Kupang, mulai 14 hingga 30 September 2026.
Pelatihan menjahit ini diikuti 12 penenun, terdiri atas 10 perempuan dan dua laki-laki. Mereka berasal dari enam desa dan tergabung dalam 11 kelompok usaha tenun di Kabupaten Timor Tengah Utara.
Program Kampung UMi Klaster Tenun merupakan inisiatif Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah yang berfokus pada pemberdayaan pelaku usaha tenun tradisional di Timor Tengah Utara.
Menurut Pusat Investasi Pemerintah, pembinaan Kampung UMi Klaster Tenun dirancang sebagai program jangka panjang hingga 2027. Tahap awal program mencakup asesmen pelaku usaha, pemberian stimulan berupa alat tenun, pelatihan dasar menenun dan pewarnaan alami, serta penguatan manajemen kelompok dan literasi keuangan.
Kepala Kanwil DJPb NTT, Dirgohaju Zai, menjelaskan pelatihan menjahit di Kupang menjadi bagian dari pembinaan tahun ketiga program. Pelatihan ini diarahkan agar penenun TTU tidak hanya memproduksi kain tenun, tetapi juga mengembangkan produk turunan seperti jaket, tas, dan aksesori fesyen.
Menurut Dirgohaju, pengembangan produk turunan diharapkan dapat meningkatkan nilai jual kain tenun TTU dan memperluas akses pasar, termasuk ke pasar luar negeri.
Staf Divisi Kerja Sama Pendanaan Pusat Investasi Pemerintah, Mochamad Sopian, menyatakan dukungan Kampung UMi Klaster Tenun berbasis pada penguatan ekosistem tenun secara terpadu.
Ia menjelaskan, Pusat Investasi Pemerintah mendorong penguatan rantai nilai tenun mulai dari penyediaan bahan baku, pelatihan, dukungan alat produksi, peningkatan kualitas, pengemasan, pemasaran hingga akses pembiayaan yang berkelanjutan.
Sopian menambahkan, melalui Bimbingan Teknis Menjahit di Kupang, penenun didorong menghasilkan produk turunannya menjadi pakaian dan aksesori yang siap dipasarkan sebagai produk fesyen.
Menurut Pusat Investasi Pemerintah dan Kanwil DJPb NTT, kolaborasi lembaga keuangan negara dan pendamping lokal diharapkan membuat pelaku usaha tenun TTU semakin mandiri dan naik kelas.
Pembinaan ini juga diarahkan membuka ruang bagi generasi muda di TTU untuk terlibat dalam pelestarian tenun sekaligus mengembangkan usaha berbasis budaya lokal.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Ekonomi

BPH Migas Pantau Distribusi BBM di Manggarai Barat
BPH Migas memantau ketersediaan dan distribusi minyak tanah serta BBM bersubsidi di Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, untuk memastikan pasokan pascab…
Berita utama hari ini

Baca juga





