Bulog Sebut Stok Beras di Gudang Kalabahi Sekitar 1.500 Ton
Perum Bulog menyatakan stok beras di Gudang Bulog Kalabahi, Kabupaten Alor, sekitar 1.500 ton pada awal Agustus 2026 dan menyebut pasokan beras di daerah itu dalam kondisi aman, dengan beras SPHP tersedia di pasar tradisional.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Kalabahi — Perum Bulog memastikan stok beras di Gudang Bulog Kalabahi, Kabupaten Alor, sekitar 1.500 ton pada awal Agustus 2026 dan menyebut pasokan beras untuk masyarakat dalam kondisi aman.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil NTT Arrahim K. Kanam menyatakan stok beras Bulog di Alor sekitar 1.500 ton dan kondisi pasokan dinilai aman untuk mendukung Cadangan Beras Pemerintah serta stabilisasi pasokan dan harga beras di daerah itu, menurut pemberitaan lembaga penyiaran publik RRI dan laporan IDN Times yang mengutip keterangan Bulog.
Dalam laporan IDN Times, Bulog menyebut beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tersedia di pasar tradisional Kabupaten Alor dan dapat diakses masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kestabilan harga beras.
Stok Gudang dan SPHP di Pasar Alor
RRI melaporkan bahwa stok beras di Gudang Bulog Kalabahi tercatat sekitar 1.500 ton dan Bulog mengimbau masyarakat Alor tidak khawatir terhadap pasokan beras karena persediaan dianggap cukup untuk kebutuhan daerah.
IDN Times menuliskan pernyataan Bulog bahwa kondisi stok beras di Alor berada pada level aman dengan ketersediaan sekitar 1.500 ton di gudang, sementara beras SPHP juga tersedia di pasar tradisional.
Dalam pemberitaan lain RRI mengenai program Gerakan Pangan Murah di Alor, stok beras sekitar 1.500 ton disebut sebagai modal Bulog untuk menyalurkan beras dengan harga terjangkau melalui berbagai saluran distribusi, termasuk pasar rakyat dan kegiatan pangan murah.
Penyaluran dan Intervensi Beras Pemerintah
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat penyaluran beras SPHP di Kabupaten Alor selama periode Maret sampai Juli 2026 mencapai lebih dari 760 ribu kilogram melalui Rumah Pangan Kita, pengecer pasar rakyat, dan kegiatan Gerakan Pangan Murah.
Penyaluran SPHP tersebut, bersama bantuan beras dari Cadangan Beras Pemerintah, membuat intervensi beras pemerintah di Alor pada periode hingga akhir Juli 2026 mencapai sekitar 1,5 juta kilogram, menurut data Bapanas dan laporan media nasional yang merujuk pada catatan lembaga tersebut.
Bulog menyatakan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait terus dilakukan untuk menjaga kelancaran penyaluran beras SPHP dan memastikan keberadaan beras dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Kondisi Harga dan Imbauan bagi Masyarakat
Dalam kunjungan ke Alor pada Agustus 2026 yang dilaporkan media nasional, pemerintah pusat menyebut harga beras yang dijual kepada masyarakat berada di kisaran Rp 13.000 per kilogram, sejalan dengan upaya menjaga keterjangkauan harga melalui bantuan pangan dan penyaluran beras SPHP.
Bulog mengimbau masyarakat membeli beras sesuai kebutuhan dan memanfaatkan saluran distribusi resmi, termasuk program SPHP dan Gerakan Pangan Murah, untuk mendapatkan beras dengan harga yang relatif terjangkau.
Stok sekitar 1.500 ton di Gudang Bulog Kalabahi dan penyaluran SPHP secara berkala menjadi dasar Bulog menyatakan bahwa pasokan beras di Alor aman, meskipun lembaga tersebut tidak merinci dalam pemberitaan publik berapa lama stok tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat ataupun posisi stok pada September 2026.
Sumber
- RRI Kupang - "Stok Beras di Alor 1.500 Ton, Bulog: Masyakat Tak Perlu khawatir Pasokan"
- IDN Times - "Beras SPHP Alor: Stok BULOG Capai 1.500 Ton"
- Perpustakaan Digital Badan Pangan Nasional (Bapanas) - publikasi tentang penyaluran beras SPHP dan bantuan beras di Alor
- Republika Online - "Berkat Curhat Mahasiswa, Warga Alor Dapat Bantuan Beras untuk Juli-September 2026"
Berita berikutnya

Penjualan Beras Kupang Emas Tembus 128 Ton
Penjualan beras lokal Kupang Emas yang diproduksi CV SPM dilaporkan mencapai sekitar 128 ton dalam beberapa bulan terakhir, melampaui target awal 60–8…
Baca juga




