NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Mentan Siapkan Pertanian Alor Lewat Bantuan Beras dan 10.000 Hektare Tanaman

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan bantuan beras dan strategi tiga tahap penguatan pertanian di Alor, NTT, melalui pengembangan jagung, kelapa, kakao, dan jambu mete untuk menekan kemiskinan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan intervensi terpadu pangan dan produksi pertanian di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, untuk menekan kemiskinan melalui perluasan komoditas pangan dan perkebunan serta bantuan beras kepada puluhan ribu keluarga penerima.

Menurut Badan Pangan Nasional, sebanyak 37.338 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Alor mendapatkan bantuan beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026, masing-masing 10 kilogram per bulan atau total 30 kilogram selama tiga bulan.

Kepala Badan Pangan Nasional yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani turun langsung ke Alor untuk memastikan penyaluran perdana bantuan pangan tersebut diterima masyarakat.

Penyaluran mencakup sejumlah desa, antara lain Desa Fuisama dengan 66 penerima, Desa Probur 513 penerima, dan Desa Lembur Barat 222 penerima, menurut keterangan Bapanas.

Bantuan pangan dan produksi dipisahkan

Bantuan beras ditujukan menjaga pemenuhan kebutuhan pokok jangka pendek. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan penyaluran dilakukan untuk memastikan bantuan sampai ke masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan yang menghadapi tantangan distribusi.

Untuk alokasi Juli–September 2026, beberapa laporan media menyebut Kabupaten Alor memperoleh bantuan pangan reguler sebanyak 1.120,14 ton dengan nilai sekitar Rp15,68 miliar. Angka ini sejalan dengan alokasi 30 kilogram beras untuk 37.338 keluarga selama tiga bulan.

Intervensi pangan tersebut merupakan bagian dari program bantuan pangan beras tahap kedua secara nasional yang mencakup jutaan keluarga penerima manfaat di berbagai daerah.

Strategi tiga tahap penguatan pertanian

Di sisi produksi, Amran menyiapkan strategi tiga tahap. Tahap jangka pendek berfokus pada pengamanan pasokan beras, pemberian benih padi dan jagung, serta dukungan alat dan mesin pertanian dan pompa air.

Untuk jagung, pengembangan yang sebelumnya mencapai sekitar 2.500 hektare didorong bertambah sekitar 1.000 hektare melalui dukungan Pemerintah Provinsi NTT. Komoditas ini diharapkan meningkatkan produktivitas lahan dan memperluas sumber pendapatan petani.

Dalam jangka panjang, pemerintah mendorong pengembangan komoditas yang dinilai sesuai dengan kondisi agroklimat Alor, terutama kelapa, kakao, dan jambu mete. Kementerian Pertanian menyalurkan tambahan 1.000 bibit kelapa, 1.000 bibit jambu mete, dan 500 bibit kakao kepada masyarakat, disertai bantuan alat dan mesin pertanian.

Amran menyampaikan target penanaman minimal 10.000 hektare untuk komoditas jangka panjang tersebut di Alor. Ia menjelaskan, jika satu hektare dikelola satu keluarga, program itu berpotensi menjangkau sekitar 10.000 keluarga atau sekitar 40.000 orang dengan asumsi empat anggota per keluarga.

Dukungan sarana dan pengawasan

Selain bibit, Kabupaten Alor sebelumnya telah memperoleh lima unit traktor dan akan mendapatkan tambahan 10 unit traktor roda dua. Pemerintah juga memberikan 10 unit pompa air dengan rencana penambahan 10 unit pompa air lagi untuk mendukung produktivitas pertanian masyarakat.

Amran menekankan bantuan tidak boleh berhenti pada penyerahan barang. Ia meminta agar dukungan sarana produksi sampai ke lokasi sasaran, digunakan sesuai peruntukan, dirawat, dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Tokoh dan organisasi warga Alor di perantauan menyatakan siap membantu mengawasi distribusi dan pemanfaatan bantuan. Keterlibatan masyarakat lokal dan diaspora dipandang sebagai bagian dari pengawalan program agar tepat sasaran.

Aspirasi mahasiswa dan linimasa

Intervensi ini berawal dari aspirasi seorang mahasiswa asal Alor yang disampaikan kepada Amran dalam sebuah forum kuliah umum di Jawa Tengah. Aspirasi tersebut menyoroti harga dan distribusi beras di Alor serta kebutuhan dukungan pengembangan pertanian.

Beberapa hari setelah aspirasi itu disampaikan, Amran datang ke Alor untuk berdialog dengan pemerintah daerah dan masyarakat, meninjau lokasi pertanian, serta menyerahkan bantuan pangan dan dukungan produksi. Dalam rangkaian kunjungan kerja itu, Bapanas dan Bulog menyalurkan bantuan pangan perdana untuk alokasi Juli–September 2026 dan Kementerian Pertanian mulai menggelar program penguatan pertanian tiga tahap.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.