Edu-Conference SMK Don Bosco SBD Bahas Penguatan Vokasi 2021–2024
SMK Don Bosco Tambolaka di Sumba Barat Daya menggelar Edu-Conference bertajuk "Pendidikan Vokasi Sumba Barat Daya Menuju Indonesia Emas" pada 6 November 2024.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Tambolaka — SMK Don Bosco Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, menggelar Edu-Conference bertajuk "Pendidikan Vokasi Sumba Barat Daya Menuju Indonesia Emas" di aula sekolah pada Rabu, 6 November 2024. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat pendidikan vokasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan menyiapkan generasi muda menghadapi agenda Indonesia Emas 2045, menurut laporan InfoPublik yang mengutip MC Kabupaten Sumba Barat Daya.
Forum tersebut diikuti perwakilan 17 dari 43 SMK di Kabupaten Sumba Barat Daya, serta perwakilan Dinas Tenaga Kerja, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, pelaku industri, sektor perhotelan, minimarket, dan puskesmas.
Menurut laporan yang sama, Edu-Conference menjadi ruang diskusi bagi berbagai pemangku kepentingan untuk membahas arah pendidikan vokasi di Sumba Barat Daya agar relevan dengan tuntutan dunia kerja dan perubahan ekonomi.
Penguatan sekolah dan kapasitas pendidik
Project Director penguatan SMK Don Bosco, P. Yohanes Boedirahardjo Soerjonoto, menjelaskan bahwa proyek yang dijalankan sejak 2021 mencakup pembangunan gedung, pelengkapan sarana prasarana, serta pelatihan bagi staf SMK.
Pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas staf sebagai pendidik di jenjang sekolah menengah kejuruan, sejalan dengan upaya memperkuat mutu pendidikan vokasi di Sumba Barat Daya.
Dalam keterangan yang dikutip InfoPublik, proyek penguatan SMK Don Bosco memperoleh dukungan dari Kementerian Jerman, Salesian Don Bosco, dan alumni sekolah.
Program ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan pelatihan guru, tetapi juga pada penguatan kemampuan sosial dan praktis siswa, termasuk pembinaan kewirausahaan sebagai salah satu orientasi utama lulusan.
Kepala SMK Don Bosco Tambolaka, P. Dominggus Huba, menyatakan bahwa Edu-Conference menjadi puncak rangkaian proyek penguatan yang dijalankan selama beberapa tahun terakhir. Menurut dia, sekolah memanfaatkan forum tersebut untuk memaparkan perkembangan SMK Don Bosco selama periode 2021–2024 dan mendorong agar hasilnya dapat dipelajari oleh SMK lain di Sumba Barat Daya.
Keterkaitan dengan kebutuhan industri
Pembicara dalam Edu-Conference, Founder dan Direktur Komunikasi Sinambung Indonesia, Simon Petrus Rafael, menekankan pentingnya kemitraan antara sekolah vokasi dan dunia usaha dalam pengembangan kurikulum serta tata kelola sekolah.
Menurut Simon, kemitraan yang terencana perlu menghasilkan kompetensi lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga pendidikan vokasi tidak berhenti pada penguasaan teori tetapi juga keterampilan praktis yang siap pakai di tempat kerja.
Ia mengingatkan bahwa pendidikan di sekolah menengah kejuruan tidak semata-mata diarahkan untuk melanjutkan studi, melainkan juga untuk memasuki dunia kerja dan membangun usaha sendiri.
Kehadiran pelaku industri, perhotelan, dan sektor usaha lain dalam forum itu menunjukkan adanya upaya memperkuat dialog antara sekolah dan dunia kerja. Namun, laporan yang tersedia belum merinci nama perusahaan mitra, bentuk kerja sama, maupun standar kompetensi yang disusun bersama.
Konteks penguatan vokasi di Sumba Barat Daya
SMK Don Bosco Tambolaka berada di bawah Yayasan Salesian Don Bosco dan beralamat di Jalan Rangga Rame, Desa Wee Pangali, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, seperti tercatat dalam data pendidikan resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Yayasan Salesian Don Bosco yang menaungi sekolah ini memiliki misi pelayanan pendidikan bagi kaum muda di Pulau Sumba.
Proyek penguatan sekolah yang dipaparkan dalam Edu-Conference selaras dengan kebijakan nasional untuk mendorong pendidikan vokasi yang lebih kuat melalui pembangunan sarana, pengembangan pelatihan guru, dan perluasan kemitraan dengan dunia kerja.
Dengan dukungan lembaga internasional dan jaringan alumni, SMK Don Bosco Tambolaka diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan pengembangan pendidikan vokasi di Sumba Barat Daya yang menekankan keterampilan praktis, kemampuan sosial, dan kewirausahaan bagi peserta didik.
Sumber
Berita berikutnya

DJPb: Rp6,80 Miliar Dana Desa Tersalur ke 16 Desa di Sumba Barat
DJPb NTT mencatat penyaluran Dana Desa 2024 di Kabupaten Sumba Barat telah mencapai Rp6,80 miliar untuk 16 desa hingga posisi 31 Januari 2024. Alokasi…
Baca juga




