NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Festival Golo Koe 2026 Digelar 10–15 Agustus di Labuan Bajo

Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 kembali digelar di Labuan Bajo, Manggarai Barat, 10–15 Agustus 2026, memadukan prosesi ziarah, seni budaya, UMKM, kuliner, dan edukasi ekologi dengan tema ziarah komunal dan keberlanjutan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Labuan Bajo, Flores Island, Indonesia.
Foto arsip: Labuan Bajo, Flores Island, Indonesia. · Foto: Jakub Hałun / Wikimedia Commons, CC BY 4.0

Labuan BajoFestival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 kembali digelar di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagai perpaduan wisata religi, budaya, dan ekonomi kreatif yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan.

Panitia Festival Golo Koe dan Keuskupan Labuan Bajo menetapkan pekan puncak festival berlangsung selama enam hari, 10–15 Agustus 2026, dengan pusat kegiatan di Waterfront City Marina Labuan Bajo dan Bukit Golo Koe.

Menurut penjelasan panitia dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 kembali masuk dalam Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN), sekaligus menjadi salah satu dari tiga agenda unggulan NTT dalam kalender KEN 2026.

Festival ini menggabungkan pameran UMKM ekonomi kreatif dan kuliner, pentas seni budaya Nusantara, kegiatan sosial, edukasi ekologi, karnaval budaya, serta prosesi dan perayaan keagamaan Katolik yang berpusat pada devosi Maria Assumpta.

Agenda utama dan tema festival

Situs resmi festival mencatat rangkaian prosesi Maria Assumpta Nusantara lintas paroki Keuskupan Labuan Bajo berlangsung sejak 10 Juli hingga 5 Agustus 2026, sebelum memasuki pekan puncak di Labuan Bajo.

Pada pekan puncak 10–15 Agustus, pengunjung disuguhi pameran UMKM ekonomi kreatif dan kuliner, pentas seni budaya Nusantara, Kebangunan Rohani Katolik, kegiatan edukasi dan aksi ekologis, kegiatan sosial karitatif, Karnaval Budaya, Tarian Kolosal Maria Assumpta Nusantara, Prosesi Akbar Maria Assumpta Nusantara, serta Misa Akbar Pesta Maria Assumpta.

Panitia menetapkan tema festival tahun ini: “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan”, yang menekankan kerja sama lintas sektor dalam pembangunan pariwisata Labuan Bajo yang berkelanjutan dan inklusif.

Menurut publikasi panitia, tema tersebut mengajak masyarakat dan pemangku kepentingan merawat lingkungan, memperkuat spiritualitas, dan memajukan ekonomi lokal melalui pariwisata berbasis budaya dan komunitas.

Labuan Bajo sebagai destinasi budaya dan religi

Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara diselenggarakan Gereja Keuskupan Labuan Bajo bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dengan dukungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta berbagai mitra, termasuk pelaku usaha dan komunitas lokal.

Penetapan Festival Golo Koe sebagai Top 10 KEN dua tahun berturut-turut disebut sebagai pengakuan atas kekayaan budaya Manggarai dan potensi Labuan Bajo sebagai destinasi yang tidak hanya bertumpu pada Taman Nasional Komodo, tetapi juga pada tradisi dan nilai spiritual masyarakat lokal.

Media lokal mencatat festival ini menghadirkan warisan budaya Manggarai melalui pertunjukan seni tradisi, termasuk tarian dan musik, serta perarakan patung Maria Assumpta yang menjadi pusat ziarah umat Katolik dan menarik perhatian wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Dampak ekonomi dan kolaborasi lintas sektor

Dalam keterangan resmi menjelang pelaksanaan, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyebut Festival Golo Koe 2026 sebagai kebanggaan NTT dan menempatkannya sebagai salah satu daya tarik utama dalam kalender KEN.

BPOLBF menilai festival ini berperan mendorong kunjungan wisatawan, aktivitas UMKM, dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo, sekaligus menjadi ruang pertemuan masyarakat, pelaku usaha, pemerintah, dan Gereja untuk merajut sinergi pariwisata yang inklusif.

BPOLBF dan panitia festival menekankan pentingnya kolaborasi antara Keuskupan Labuan Bajo, pemerintah daerah, BPOLBF, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, komunitas, dan pelaku usaha agar Festival Golo Koe tetap menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan.

Penutupan festival terdampak gempa bumi

Pada 15 Agustus 2026, gempa bumi yang menewaskan puluhan orang di Indonesia berdampak pada pelaksanaan hari penutupan Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara di Labuan Bajo.

Menurut laporan media Katolik internasional, Keuskupan Labuan Bajo mengumumkan pembatalan perayaan penutupan festival, termasuk Misa penutup, konser, dan sejumlah pertunjukan budaya, sebagai respons atas situasi pasca-bencana.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.