Menkop Dorong Koperasi Merah Putih Manulai II Jadi Penggerak Ekonomi NTT
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong Koperasi Kelurahan Merah Putih Manulai II di Kota Kupang menjadi ekosistem usaha terpadu dengan dukungan LPDB dan pola kakak asuh, agar koperasi desa kembali berperan sebagai penggerak ekonomi…
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Kupang — Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono mendorong Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Manulai II di Kecamatan Alak, Kota Kupang, menjadi penggerak ekonomi rakyat melalui ekosistem usaha terpadu, bukan sekadar lembaga simpan pinjam.
Kunjungan kerja Ferry ke KKMP Manulai II berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026, didampingi Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena dan sejumlah pejabat daerah. Menurut Ferry, koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih didorong agar terlibat dalam seluruh mata rantai usaha, mulai dari produksi, pengolahan, hingga distribusi dan pemasaran produk lokal.
Dalam dialog bersama pengurus dan anggota koperasi, Ferry menegaskan bahwa koperasi desa dan kelurahan perlu kembali diposisikan sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat berpenghasilan rendah. Ia menyebut pengembangan KKMP sebagai bagian dari program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diarahkan Presiden agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga pelaku usaha.
Ekosistem usaha dan dukungan permodalan
Pemerintah menempatkan KKMP Manulai II sebagai contoh awal pembentukan ekosistem ekonomi koperasi di Nusa Tenggara Timur. Menurut pemberitaan beberapa media, koperasi ini diposisikan sebagai motor penggerak produksi hingga pemasaran produk lokal NTT melalui kerja sama dengan koperasi besar dan mitra lainnya.
Untuk memperkuat usaha, KKMP Manulai II mulai mengelola dan memasarkan berbagai produk kebutuhan pokok, termasuk beras. Ketua KKMP Manulai II, Roby Dami, dalam laporannya menyampaikan bahwa koperasi ini dibentuk pada 31 Mei 2025 dan berawal dari 20 anggota, dengan omzet lebih dari Rp47 juta dan proyeksi peningkatan hingga Rp100 juta dalam enam bulan ke depan.
Pendanaan awal koperasi Merah Putih, termasuk KKMP Manulai II, akan difasilitasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi. Menurut laporan sejumlah media, pemerintah menyiapkan alokasi hingga sekitar Rp3 miliar untuk setiap koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia, yang diarahkan untuk pembangunan fisik, peralatan, dan operasional awal. Dukungan permodalan ini dikembangkan melalui pola kolaborasi dengan koperasi besar seperti KSP Tanaoba Lais Manekat (TLM) dan mitra lain sebagai “kakak asuh”.
Peran pemerintah pusat dan daerah
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyambut kehadiran Menteri Koperasi dan mengaitkan penguatan koperasi dengan upaya mengurangi ketimpangan ekonomi di daerah. Pemerintah provinsi menegaskan bahwa koperasi Merah Putih perlu diperkuat sepanjang rantai nilai, dari produksi dan hilirisasi hingga pemasaran dan pengembangan industri.
Ferry menyatakan optimisme bahwa KKMP Manulai II dapat berkembang pesat dalam beberapa tahun ke depan dan menjadi model bagi koperasi lain. Menurut pemberitaan, pemerintah pusat menilai NTT sebagai salah satu provinsi tercepat dalam pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dengan ribuan unit telah memiliki badan hukum.
Komitmen anggota kehormatan dan ukuran keberhasilan
Dalam kesempatan di Manulai II, Ferry menyatakan kesediaannya menjadi anggota kehormatan koperasi dan berkomitmen menyetor simpanan pokok sebesar Rp50 juta sebagai bentuk dukungan nyata. Ia menyebut langkah tersebut sebagai cara menunjukkan bahwa pejabat pemerintah turut masuk ke dalam ekosistem koperasi yang sedang dibangun.
Sejumlah indikator awal sudah mulai tampak, seperti pertumbuhan jumlah anggota, peningkatan omzet, dan perluasan jenis produk yang dikelola koperasi. Namun, pemerintah pusat dan daerah masih menekankan tahap pembentukan ekosistem, termasuk pendampingan manajemen usaha, penguatan kapasitas anggota, serta konsolidasi kemitraan dengan koperasi besar dan lembaga keuangan.
Ke depan, keberhasilan KKMP Manulai II sebagai penggerak ekonomi rakyat NTT akan bergantung pada kemampuan koperasi mengelola permodalan LPDB secara akuntabel, menjaga arus kas, memperluas pasar, serta memastikan manfaat usaha kembali kepada anggota dan warga kelurahan.
Sumber
Berita berikutnya

Penjualan Beras Kupang Emas Tembus 128 Ton
Penjualan beras lokal Kupang Emas yang diproduksi CV SPM dilaporkan mencapai sekitar 128 ton dalam beberapa bulan terakhir, melampaui target awal 60–8…
Baca juga



