NTT Tumbuh 5,01 Persen, Investasi Naik, Kemiskinan Masih Tinggi
Pemerintah Provinsi NTT melaporkan ekonomi tumbuh 5,01 persen pada triwulan II 2026 dan investasi mencapai Rp2,63 triliun. Data kemiskinan Maret 2026 yang beredar masih berbeda, namun BPS NTT mencatat tingkat kemiskinan 17,52 persen.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Kupang — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melaporkan ekonomi daerah tumbuh 5,01 persen pada triwulan II 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasi investasi pada semester I 2026 disebut mencapai sekitar Rp2,63 triliun, sementara tingkat kemiskinan pada Maret 2026 berada di 17,52 persen dan Gini Ratio di 0,319.
Data pertumbuhan ekonomi itu selaras dengan laporan Bank Indonesia tentang kinerja perekonomian NTT pada triwulan II 2026 yang tumbuh 5,01 persen secara tahunan. Angka kemiskinan 17,52 persen juga disebut dalam laporan media lokal yang mengutip Badan Pusat Statistik NTT pada awal Agustus 2026.
Ekonomi tumbuh, investasi naik
Dalam pidato pembangunan yang disampaikan pada 15 Agustus 2026, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memaparkan pertumbuhan ekonomi, investasi, dan sejumlah indikator sektoral. News Daring menulis bahwa realisasi investasi NTT pada semester I 2026 mencapai sekitar Rp2,63 triliun, naik dari Rp4,22 triliun pada 2024 menjadi Rp4,86 triliun pada 2025.
Bank Indonesia dalam laporan perekonomian provinsi juga menyebut ekonomi NTT pada triwulan II 2026 tumbuh 5,01 persen secara year on year, melambat tipis dari triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,32 persen. Lembaga itu tidak merinci angka investasi dalam laporan yang sama, tetapi menegaskan aktivitas ekonomi NTT masih tumbuh kuat.
Pemerintah provinsi juga menempatkan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, UMKM, koperasi, investasi, dan pasar produk lokal sebagai bidang prioritas. Dalam pidato yang diberitakan, sektor pertanian disebut menyerap sekitar 2,3 juta tenaga kerja dan menyumbang sekitar 28,9 persen terhadap PDRB NTT pada 2024.
- Lahan kering potensial: sekitar 1,8 juta hektare.
- Kelompok tani: 36.678 kelompok, sekitar 70 persen masih kelas pemula.
- Target pencetakan sawah rakyat 2026: 4.634,7 hektare.
- Produksi perikanan tangkap 2025: hampir 96 ribu ton.
Kemiskinan masih tinggi
Persentase penduduk miskin NTT pada Maret 2026 tercatat 17,52 persen atau sekitar 1,04 juta jiwa. Ekorantt mengutip data BPS NTT yang menyebut angka itu naik tipis 0,02 poin persentase dibanding September 2025, tetapi turun dibanding Maret 2025.
News Daring dalam laporan pidato gubernur memuat angka yang berbeda, yakni 7,52 persen. Perbedaan itu membuat data kemiskinan dalam dua pemberitaan tersebut tidak bisa dipakai sebagai satu angka yang sama tanpa penjelasan lebih lanjut.
BPS NTT juga mencatat Gini Ratio sebesar 0,319 pada Maret 2026. Angka ini menunjukkan ketimpangan pengeluaran masih ada, meski sedikit membaik dari periode sebelumnya menurut laporan media yang mengutip data BPS itu.
Sektor produksi belum otomatis menekan kemiskinan
Pemerintah provinsi mencatat populasi sapi meningkat dari sekitar 552 ribu ekor pada 2023 menjadi lebih dari 758 ribu ekor pada 2026. Di sektor perikanan, produksi tangkap disebut naik dari sekitar 87 ribu ton pada 2024 menjadi hampir 96 ribu ton pada 2025.
Angka-angka itu menunjukkan peningkatan produksi pada beberapa sektor utama NTT. Namun, manfaatnya bagi rumah tangga miskin tetap perlu dilihat dari harga di tingkat produsen, pendapatan keluarga, akses pasar, dan penyerapan kerja baru di desa-desa.
Pemerintah daerah memanfaatkan peringatan kemerdekaan ke-81 untuk menegaskan agenda ketahanan pangan, konektivitas antarpulau, pendidikan, kesehatan, daya saing petani dan nelayan, serta investasi. Dalam konteks itu, data ekonomi NTT pada 2026 menunjukkan pertumbuhan yang nyata, tetapi kemiskinan masih menjadi pekerjaan besar.
Sumber
Berita berikutnya

Noldy Pellokila: Gotong Royong Jadi Wujud Nyata Bela Negara
Kepala Kesbangpol NTT Noldy Hosea Pellokila menilai gotong royong sebagai wujud nyata bela negara yang dapat dilakukan masyarakat dalam kehidupan seha…
Baca juga





