Pelatihan Inkubator Bisnis Pemuda Digelar di Sumba Barat
Pelatihan Inkubator Bisnis bagi pemuda di Sumba Barat dibuka Sekda Yermia Ndapa Doda di Aula Hotel Pelita, Waikabubak, Senin, 31 Agustus 2026.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Waikabubak — Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat Yermia Ndapa Doda membuka pelatihan Inkubator Bisnis bagi pengembangan pemuda berusia 16–30 tahun di Aula Hotel Pelita, Waikabubak, Senin, 31 Agustus 2026.
Pelatihan selama empat hari itu diselenggarakan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kemandirian generasi muda di Sumba.
Menurut laporan RRI, kegiatan berlangsung pada 31 Agustus hingga 3 September 2026 dan diikuti 40 pemuda. Peserta terdiri atas 20 pemuda asal Kabupaten Sumba Barat dan 20 pemuda dari Kabupaten Sumba Barat Daya.
RRI menyebut, melalui program ini para peserta mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan usaha serta memperkuat jiwa kewirausahaan.
Yermia Ndapa Doda membuka kegiatan itu mewakili Bupati Sumba Barat Yohanis Dade.
Pelatihan di Aula Hotel Pelita dihadiri pejabat Pemerintah Kabupaten Sumba Barat dan perwakilan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT.
Rancangan program inkubator
Dalam sambutan bupati yang disampaikan Sekda, pemerintah daerah menilai pelatihan inkubator bisnis sebagai bagian dari upaya mendorong peran pemuda dalam pembangunan ekonomi daerah.
Pemuda didorong tidak hanya mencari kerja, tetapi juga menjadi pencipta lapangan kerja dan penggerak usaha baru di tingkat lokal.
RRI melaporkan, Sumba Barat memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha, antara lain pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif, kerajinan, pangan lokal, serta pengembangan budaya dan kearifan lokal.
Pemanfaatan teknologi digital disebut dapat membantu pemuda memperluas pemasaran produk lokal ke luar wilayah Sumba Barat.
Melalui program Inkubator Bisnis ini, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan jejaring yang dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
Harapan pendampingan lanjutan
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah meminta agar pelatihan tidak berhenti setelah sesi kelas selesai.
Yermia Ndapa Doda mendorong adanya pendampingan lanjutan bagi peserta, termasuk pengembangan usaha, akses permodalan, fasilitasi pemasaran, dan penguatan jejaring usaha.
Akses pendampingan dinilai penting agar pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan menjadi usaha nyata berbasis potensi lokal.
Pemerintah daerah berharap lahir wirausaha muda yang produktif, kreatif, dan mampu bersaing dari Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.
Konteks kebijakan kepemudaan
Penyelenggaraan pelatihan inkubator bisnis di Waikabubak sejalan dengan program pengembangan kewirausahaan pemuda yang dijalankan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT.
Dalam dokumen rencana kerja Dispora NTT, pelatihan kewirausahaan dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap pemuda agar siap menjadi wirausaha, melalui pelatihan dasar, penguatan usaha, dan pengembangan usaha.
Pelatihan di Sumba Barat menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peningkatan kemandirian ekonomi pemuda yang ditopang anggaran provinsi dan kerja sama pemerintah kabupaten.
Sumber
Berita berikutnya

Penjualan Beras Kupang Emas Tembus 128 Ton
Penjualan beras lokal Kupang Emas yang diproduksi CV SPM dilaporkan mencapai sekitar 128 ton dalam beberapa bulan terakhir, melampaui target awal 60–8…
Baca juga



