NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Produksi Jagung NTT 2023 Tercatat 648.305 Ton

Data resmi Portal Satu Data NTT dan dokumen produksi tanaman pangan 2023 mencatat produksi jagung Nusa Tenggara Timur sebesar 648.305 ton pada 2023.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Kupang — Produksi jagung Nusa Tenggara Timur pada 2023 tercatat 648.305 ton berdasarkan dataset resmi Portal Satu Data NTT yang dikelola Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan provinsi serta dokumen produksi tanaman pangan 2023 yang dirilis dinas tersebut.

Portal Satu Data NTT menampilkan seri tahunan produksi jagung tingkat provinsi untuk periode 2022–2024 dengan satuan ton. Pada tabel itu, nilai produksi 2023 tercatat 648.305 ton dengan waktu rilis 31 Juli 2024. Dokumen produksi tanaman pangan 2023 yang disusun Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juga memuat angka produksi jagung NTT 648.305 ton dalam rekap total Januari–Desember 2023.

Perkembangan produksi 2022–2024

Data pemerintah menunjukkan tren penurunan produksi jagung NTT dalam tiga tahun terakhir pada seri tersebut. Portal Satu Data mencatat produksi 2022 sebesar 698.023 ton, turun menjadi 648.305 ton pada 2023 dan kembali menurun menjadi 629.061 ton pada 2024.

Rangkaian angka produksi jagung tingkat provinsi yang tersedia adalah:

  • 2022: 698.023 ton;
  • 2023: 648.305 ton;
  • 2024: 629.061 ton.

Jika dihitung dari data tersebut, produksi 2023 lebih rendah 49.718 ton dibandingkan 2022. Pada 2024, penurunan berlanjut sebesar 19.244 ton dibandingkan 2023. Perhitungan ini berasal dari selisih angka pada seri produksi jagung.

Dataset Portal Satu Data NTT mencatat waktu rilis data 2022 pada 31 Juli 2023, sementara data 2023 dan 2024 dirilis pada 31 Juli 2024. Dokumen produksi tanaman pangan 2023 menyebut sumber data gabungan dari BPS Provinsi NTT dan Dinas Pertanian kabupaten/kota se-NTT.

Produksi, luas panen, dan produktivitas

Portal Satu Data NTT juga menyediakan data luas panen dan produktivitas jagung sebagai konteks produksi. Dataset luas panen jagung mencatat luas panen 280.502 hektare pada 2022, 259.940 hektare pada 2023, dan 234.605 hektare pada 2024. Angka ini menunjukkan penurunan luas panen bersamaan dengan penurunan produksi.

Dataset produktivitas jagung provinsi mencatat produktivitas 24,88 kuintal per hektare pada 2022, naik sedikit menjadi 24,94 kuintal per hektare pada 2023, dan meningkat lagi menjadi 26,81 kuintal per hektare pada 2024. Dengan demikian, penurunan produksi lebih terkait dengan berkurangnya luas panen, bukan penurunan hasil per hektare.

Dokumen produksi tanaman pangan 2023 menjelaskan bahwa angka produksi merupakan hasil penghitungan berdasarkan luas panen dan produktivitas jagung per zonasi dan kabupaten/kota, kemudian dijumlahkan menjadi total provinsi. Penghitungan ini sejalan dengan definisi produktivitas pada dataset Portal Satu Data sebagai perbandingan hasil produksi dengan luas panen per komoditas pada periode laporan.

Pemetaan kabupaten/kota

Portal Satu Data NTT untuk produksi jagung tingkat provinsi hanya menampilkan total angka per tahun dan tidak memuat rincian per kabupaten/kota. Namun, pemetaan kabupaten/kota tersedia pada dokumen produksi tanaman pangan 2023 yang memuat tabel luas panen, produktivitas, dan produksi jagung per kabupaten/kota di NTT.

Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur juga menyediakan tabel statistik berjudul “Produksi Jagung Menurut Kabupaten/Kota” yang mencantumkan data produksi jagung per kabupaten/kota. Pada keterangan tabel, BPS menyebut sumber data dari BPS Provinsi NTT dan instansi terkait. Ketersediaan tabel ini memungkinkan perbandingan produksi antar daerah dan menjadi dasar penentuan wilayah sentra jagung di NTT.

Dokumen produksi tanaman pangan 2023 menyebut bahwa angka produksi jagung NTT tahun 2023, termasuk nilai 648.305 ton, bersumber dari kerja sama BPS Provinsi NTT dan dinas pertanian kabupaten/kota. Sementara itu, Portal Satu Data NTT menampilkan angka yang sama sebagai statistik sektoral dengan organisasi pengampu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT.

Konteks kebijakan pangan

Seri data produksi, luas panen, dan produktivitas jagung 2022–2024 memberi gambaran mengenai dinamika komoditas jagung di NTT. Produksi jagung tertinggi dalam seri itu tercatat pada 2022 sebesar 698.023 ton, sementara nilai terendah pada 2024 sebesar 629.061 ton.

Penurunan produksi yang terjadi bersamaan dengan berkurangnya luas panen tetapi diikuti peningkatan produktivitas per hektare dapat menjadi bahan evaluasi kebijakan jagung di NTT. Data ini relevan untuk pembahasan kemandirian pangan dan penguatan hilirisasi jagung, dengan syarat analisis lebih lanjut dilakukan berdasarkan tabel per kabupaten/kota yang disediakan BPS dan Dinas Pertanian.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.