NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Taman Daun Lembata Tawarkan Wisata Bahari dengan 30 Persen untuk Bedah Rumah

Komunitas Taman Daun Lembata menawarkan paket wisata bahari dua hari satu malam. Tiga puluh persen pendapatan paket itu dialokasikan untuk bedah rumah warga miskin di Lembata, menurut laporan 2022 dan laman komunitas mereka.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 2 menit baca

Labuan Bajo — Komunitas Taman Daun Lembata menawarkan paket wisata bahari dua hari satu malam yang 30 persen pendapatannya dialokasikan untuk bedah rumah warga miskin di Lembata, Nusa Tenggara Timur. Inisiatif itu disampaikan John Batafor, koordinator komunitas tersebut, pada 2022 dan diberitakan beberapa media lokal serta laman komunitas Taman Daun.

Paket itu diberi nama Taman Daun Live a Board. Wisatawan diajak berlayar ke sejumlah pulau di sekitar Lembata, Flores Timur, dan Alor sambil menautkan perjalanan dengan kerja sosial di bidang perumahan dan literasi.

Dalam laporan yang memuat penjelasan John Batafor, Komunitas Taman Daun juga menyebut kegiatan bedah rumah telah menjadi bagian dari kerja relawan mereka sebelumnya. Di laman komunitas, Taman Daun menyatakan sebagian pembayaran homestay dipakai untuk aksi sosial, terutama pendidikan anak-anak.

Skema wisata dan aksi sosial

Menurut laporan media lokal yang mengutip John, program ini dirancang agar wisata tidak berhenti pada belanja jasa perjalanan. Sebagian pendapatan dari paket wisata dialokasikan untuk membantu rumah warga yang membutuhkan perbaikan.

Komunitas itu juga memperkenalkan Taman Daun sebagai ruang komunitas yang memadukan literasi, kegiatan sosial, dan pariwisata. Selain paket bahari, Taman Daun selama ini dikenal melalui homestay dan kegiatan relawan di Lembata.

Di laman resminya, Taman Daun menulis bahwa 80 persen pembayaran homestay dipakai untuk kegiatan sosial, terutama yang berkaitan dengan pendidikan anak-anak. Keterangan ini berbeda dengan skema paket wisata bahari yang pada laporan 2022 disebut mengalihkan 30 persen pendapatan untuk bedah rumah.

Dalam penjelasan yang beredar, perjalanan ini menggunakan kapal wisata dan berlangsung dua hari satu malam. Wisatawan lokal maupun mancanegara menjadi sasaran pasar paket tersebut.

Fakta utama program

  • Nama paket: Taman Daun Live a Board.
  • Durasi: dua hari satu malam.
  • Alokasi sosial: 30 persen pendapatan paket wisata.
  • Tujuan sosial: bedah rumah warga miskin di Lembata.
  • Wilayah perjalanan: Lembata, Flores Timur, dan Alor.

Program itu memperlihatkan model usaha berbasis komunitas yang menempatkan wisatawan bukan hanya sebagai konsumen. Mereka juga ditawari kesempatan melihat langsung hubungan antara pengeluaran wisata dan kegiatan sosial di desa-desa yang disinggahi.

Sejumlah rincian teknis tidak dijelaskan dalam laporan 2022, termasuk harga paket, jumlah peserta, mekanisme pencatatan dana, dan nilai rupiah yang sudah disalurkan. Namun, inti informasinya konsisten: Taman Daun menggabungkan wisata bahari dengan bedah rumah melalui porsi pendapatan yang ditetapkan di awal.

Komunitas Taman Daun sendiri lahir dari masyarakat dan bergerak di bidang literasi serta aksi sosial. Dalam laporan-laporan tentang mereka, kegiatan relawan di Lembata telah lama dikaitkan dengan bedah rumah dan program pendidikan anak.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.