Telkomsel Catat 1,5 Juta Pengguna Data di NTT pada 2018
Pada pertengahan 2018, Telkomsel mencatat sekitar 1,5 juta pengguna layanan data di Nusa Tenggara Timur dari lebih dari 3 juta pelanggan.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Kupang — Telkomsel mencatat sekitar 1,5 juta pengguna layanan data di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada pertengahan 2018, dari total lebih dari 3 juta pelanggan di wilayah tersebut menurut keterangan Manajer Telkomsel Branch Kupang saat itu, Eureka Meliala.
Data itu disampaikan Eureka dalam wawancara di Kupang pada awal Juli 2018. Ia menjelaskan, sekitar 1,5 juta pelanggan Telkomsel di NTT sudah menggunakan layanan data, sementara total pelanggan Telkomsel di provinsi itu menembus lebih dari 3 juta orang.
Dalam keterangan yang sama, Eureka menyebut Telkomsel menargetkan pertumbuhan pengguna data dan layanan digital sepanjang 2018. Angka 1,5 juta tersebut merupakan data internal perusahaan pada 2018, bukan gambaran kondisi terkini.
Komposisi pelanggan dan jaringan 4G
Eureka menyatakan, jumlah pelanggan data sekitar 1,5 juta orang itu setara dengan kurang lebih separuh dari total pelanggan Telkomsel di NTT pada saat itu. Komposisi ini menunjukkan pergeseran perilaku pelanggan dari layanan suara dan SMS ke layanan berbasis data.
Untuk mendukung peningkatan pengguna data, Telkomsel mengembangkan jaringan 4G di NTT. Pada Juli 2018, perusahaan telah memasang sekitar 560 unit base transceiver station (BTS) berteknologi 4G di seluruh provinsi. Eureka menjelaskan, jumlah tersebut setara hampir 50 persen dari total sekitar 1.200 site Telkomsel yang beroperasi di NTT.
Laporan tahunan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tahun 2018 mencatat, secara nasional Telkomsel memiliki 163 juta pelanggan seluler pada akhir 2018, dengan 107 juta di antaranya merupakan pelanggan mobile broadband. Data nasional ini sejalan dengan penjelasan Telkomsel di NTT yang menekankan fokus pengembangan pada layanan data.
Fokus penguatan jaringan di NTT
Menurut Eureka, penguatan jaringan dilakukan dengan memprioritaskan pembangunan dan peningkatan kualitas BTS di wilayah yang dinilai memiliki potensi pelanggan. Kota Kupang disebut sebagai salah satu fokus, disusul kawasan di Pulau Flores dan Pulau Sumba.
Pada saat itu, Telkomsel menargetkan perluasan layanan 4G hingga menjangkau ibu kota kecamatan di seluruh NTT, tidak hanya pusat kabupaten atau kota. Pendekatan serupa digambarkan dalam berbagai rilis resmi Telkomsel mengenai pemerataan akses broadband 4G LTE hingga pelosok negeri, termasuk wilayah NTT sebagai bagian dari Area 3 bersama Bali dan NTB.
Dalam rilis lain yang berfokus pada Kabupaten Flores Timur, Telkomsel menyebut telah menghadirkan 1.279 BTS untuk melayani lebih dari 90 persen populasi di NTT. Pernyataan ini memperkuat gambaran bahwa perusahaan mendorong perluasan jaringan ke wilayah-wilayah dengan sebaran penduduk yang luas.
Keterlibatan pemerintah daerah
Telkomsel membuka ruang kerja sama dengan pemerintah daerah untuk mendukung perluasan jaringan di kawasan yang berkembang, termasuk destinasi wisata dan wilayah perbatasan. Di beberapa rilis resmi, Telkomsel menjelaskan bahwa usulan lokasi prioritas dapat datang dari pemda, terutama untuk wilayah terpencil atau perbatasan yang belum terlayani jaringan memadai.
Contohnya, pada 2020 Telkomsel mengoperasikan BTS 4G LTE di Oepoli, Desa Netemnanu Utara, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan telekomunikasi di daerah perbatasan Indonesia–Timor Leste. Langkah ini menunjukkan pola pembangunan jaringan yang memadukan inisiatif perusahaan dan kebutuhan yang disampaikan pemerintah daerah.
Pentingnya membaca konteks waktu
Data 1,5 juta pengguna layanan data Telkomsel di NTT merujuk pada situasi pertengahan 2018. Seorang pejabat pariwisata NTT pada November 2018 juga mengutip angka sekitar 1,5 juta pengguna data Telkomsel di provinsi itu ketika menjelaskan potensi promosi digital destinasi wisata. Kesamaan angka dalam dua keterangan berbeda pada 2018 memperkuat bahwa data tersebut merupakan rujukan perusahaan pada tahun itu.
Sejak itu, Telkomsel melaporkan secara nasional peningkatan tajam pelanggan broadband dan perluasan jaringan 4G, termasuk di NTT. Karena itu, angka 1,5 juta pengguna data perlu dipahami sebagai catatan historis 2018, bukan statistik terbaru mengenai kondisi pelanggan Telkomsel di NTT.
Sumber
- Investing.com (republikasi berita ekonomi Indonesia)
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk – Laporan Tahunan 2018
- Telkomsel – Telkomsel Perluas Pemerataan Akses Broadband 4G LTE hingga Pelosok Negeri
- TIMES Indonesia – Telkomsel Perluas Jaringan di Oepoli daerah Perbatasan RI dan Timor Leste
- Neraca – Menjaring Wisatawan Hingga ke Mancanegara
Berita berikutnya

Balai TN Komodo Bentuk Kelompok Warga Peduli Sampah
Balai Taman Nasional Komodo membentuk kelompok Masyarakat Peduli Sampah (MPS) di Desa Komodo, Papagarang, dan Pasir Panjang.
Baca juga


