NTT Buka 220.194 Rekening Pelajar pada Puncak Hari Indonesia Menabung 2026
Puncak Hari Indonesia Menabung 2026 dimanfaatkan pemerintah dan OJK di Nusa Tenggara Timur untuk membuka 220.194 rekening Simpanan Pelajar secara serentak di 22 kabupaten/kota melalui program Satu Rekening Satu Pelajar.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Kupang — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menargetkan pembukaan sekitar 220 ribu rekening Simpanan Pelajar dalam rangka Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 melalui program Satu Rekening Satu Pelajar di seluruh kabupaten dan kota.
Target tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan HIM yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT bersama pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, Bank NTT, dan pemangku kepentingan lain di NTT.
Menurut laporan media keuangan nasional, Puncak HIM 2026 tingkat Provinsi NTT dilaksanakan di SMA Negeri 1 Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao, pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Dalam kegiatan itu, Bank NTT bersama OJK Provinsi NTT dan pemerintah daerah menggelar pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) secara serentak di seluruh wilayah NTT melalui program Satu Rekening Satu Pelajar.
Pembukaan rekening dilakukan melalui jaringan kantor cabang Bank NTT di berbagai kabupaten dan kota. Sasaran utama program ialah pelajar pada satuan pendidikan di NTT, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Rekening pelajar dan budaya menabung
Program Satu Rekening Satu Pelajar bertujuan agar setiap pelajar memiliki rekening tabungan sendiri sebagai pintu masuk mengenalkan layanan keuangan formal sejak usia sekolah.
Dalam pemberitaan yang sama, pembukaan rekening SimPel disebut sebagai latihan kemandirian finansial bagi pelajar di NTT. Pelajar didorong mengenal cara mengelola uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membiasakan menyisihkan sebagian uang saku.
Media yang mengulas kegiatan HIM di Rote Ndao menulis bahwa sebanyak 220.194 rekening Simpanan Pelajar resmi dibuka secara serentak di 22 kabupaten/kota se-NTT. Angka tersebut dilaporkan melampaui target awal sekitar 208 ribu rekening dan dicatat sebagai rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Direktur Operasional MURI dalam kesempatan itu menyebut kegiatan di NTT memecahkan rekor sebelumnya yang dicatat di Provinsi Jambi pada 2016 dengan pembukaan 123.060 rekening SimPel.
Pembukaan rekening secara serentak ini menjadi bagian dari Program Satu Rekening Satu Pelajar yang dikembangkan secara nasional dalam kerangka program Keuangan inklusif bagi pelajar.
Peran pemerintah daerah dan lembaga keuangan
Pemerintah Provinsi NTT bersama OJK Provinsi NTT membentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) untuk mendorong pelaksanaan program HIM dan KEJAR di wilayah NTT.
Dalam beberapa pemberitaan lokal, gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena sebelumnya menerima audiensi Kepala OJK NTT dan perwakilan Bank NTT untuk membahas program TPAKD dan dukungan terhadap pelaksanaan Hari Indonesia Menabung 2026.
Bank NTT menjadi salah satu bank pelaksana utama pembukaan rekening SimPel bagi pelajar di NTT. Sejumlah kantor cabang di berbagai kabupaten dan kota terlibat dalam pembukaan rekening serentak pada Puncak HIM.
Selain pemerintah provinsi dan Bank NTT, kegiatan HIM melibatkan pemerintah kabupaten/kota, satuan pendidikan, serta lembaga penjamin simpanan dan pemangku kepentingan lain di sektor jasa keuangan.
Konteks nasional Hari Indonesia Menabung
Secara nasional, Hari Indonesia Menabung didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019 yang menetapkan 20 Agustus sebagai hari untuk mendorong budaya menabung dan perluasan inklusi keuangan.
OJK mencatat bahwa program Kejar (Satu Rekening Satu Pelajar) yang meliputi Simpanan Pelajar dan tabungan anak telah meningkatkan kepemilikan rekening di kalangan pelajar Indonesia dan menjadi salah satu instrumen literasi keuangan.
Pelaksanaan HIM 2026 di NTT dengan target pembukaan lebih dari 220 ribu rekening pelajar memperlihatkan upaya daerah kepulauan untuk memanfaatkan momentum nasional bagi perluasan akses layanan keuangan formal hingga ke wilayah pelosok.
Namun, laporan yang tersedia lebih banyak menyoroti capaian jumlah rekening pelajar dan pemecahan rekor MURI, tanpa merinci persyaratan pembukaan rekening, biaya layanan, serta pola penggunaan rekening secara aktif oleh pelajar di seluruh kabupaten dan kota.
Sumber
Berita berikutnya

BI NTT Catat 5.633 Transaksi QRIS Selama PQN 2026 di Kupang
Bank Indonesia NTT mencatat 5.633 transaksi QRIS dengan nilai sekitar Rp203 juta selama QRIStreet Festival x Takuju Market Vol. 5 yang menjadi bagian…
Baca juga


