Presiden Jokowi: Arus Peti Kemas Tenau Baru 110.000 TEUs per Tahun
Presiden Joko Widodo meninjau Pelabuhan Tenau di Kupang dan menyoroti bahwa arus peti kemas baru sekitar 110.000 TEUs per tahun, sementara kapasitas terminal mencapai 240.000 TEUs.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Kupang — — Presiden Joko Widodo meninjau Pelabuhan Tenau di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 21 Agustus 2019, dalam rangkaian kunjungan kerja di provinsi itu.
Dalam peninjauan tersebut, Presiden menyatakan bahwa arus bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tenau baru sekitar 110.000 TEUs per tahun, sedangkan kapasitas terminal peti kemas mencapai 240.000 TEUs per tahun
Presiden menilai kapasitas itu masih dapat dioptimalkan dan memberikan ruang pengembangan pelabuhan dalam beberapa tahun ke depan.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menyaksikan proses pemuatan ternak sapi ke kapal ternak Camara Nusantara 3 melalui fasilitas gangways dari dermaga Pelabuhan Tenau.
Fasilitas bongkar muat peti kemas
Pelabuhan Tenau memiliki dermaga terminal peti kemas dengan panjang 240 meter, lebar 45 meter, kedalaman minus 12 meter, kapasitas sekitar 240.000 TEUs per tahun, dan throughput sekitar 110.000 TEUs per tahun menurut data yang dihimpun dalam laman ensiklopedia daring.
Terminal peti kemas tersebut dilengkapi dua unit container crane bertenaga listrik dan empat unit rubber tyred gantry (RTG) untuk pelayanan bongkar muat dan penumpukan peti kemas.
Direktur Utama Pelindo III, Doso Agung, menjelaskan bahwa penempatan dua unit container crane dan empat unit RTG di Pelabuhan Tenau dilakukan untuk meningkatkan produktivitas bongkar muat dan mendukung kelancaran arus barang di kawasan timur Indonesia.
Pelabuhan Tenau juga telah dilengkapi gangways atau jembatan khusus hewan yang menghubungkan dermaga dengan kapal ternak, sehingga proses pemuatan ternak tidak lagi mengandalkan pengangkatan yang berisiko bagi keselamatan hewan.
Peran dalam program tol laut dan kapal ternak
Kementerian Perhubungan menyebut kunjungan Presiden ke Pelabuhan Tenau terkait dengan evaluasi pelaksanaan Program Tol Laut, kapal perintis, dan kapal ternak di Nusa Tenggara Timur.
Menurut keterangan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Pelabuhan Tenau berfungsi sebagai salah satu simpul penting layanan tol laut, kapal perintis, dan kapal ternak di kawasan timur, dengan upaya dilakukan untuk mengoptimalkan penyelenggaraan layanan tersebut.
Dalam liputan media nasional, Presiden menyatakan bahwa pada awal pengoperasian kapal ternak, pemerintah memberikan subsidi ongkos sekitar Rp700.000 per ekor. Seiring meningkatnya tingkat keterisian kapal, subsidi tersebut turun menjadi sekitar Rp200.000 per ekor.
Pada peninjauan di Pelabuhan Tenau, Presiden menyaksikan pengangkutan 470 ekor sapi menuju kapal ternak Camara Nusantara 3 yang akan membawa ternak tersebut ke Kalimantan.
Kegiatan logistik dan tren arus peti kemas
Sejumlah kajian akademik yang menggunakan data Pelindo III menunjukkan bahwa arus peti kemas di Pelabuhan Tenau telah menembus sekitar 100.000 TEUs sejak pertengahan dekade lalu.
Dalam salah satu kajian, arus peti kemas tahun 2016 tercatat lebih dari 100.000 TEUs dan terus meningkat hingga sekitar 128.000 TEUs pada 2019 berdasarkan data operasional Pelindo III Tenau Kupang.
Data tersebut mendukung pernyataan Presiden bahwa kapasitas terminal peti kemas Pelabuhan Tenau masih memiliki ruang pemanfaatan, karena throughput aktual berada di bawah kapasitas terpasang.
Dengan fasilitas bongkar muat peti kemas dan kapal ternak yang telah tersedia, Pelabuhan Tenau berperan sebagai salah satu simpul distribusi barang dan ternak dari dan ke Nusa Tenggara Timur dalam jaringan logistik nasional.
Sumber
Berita berikutnya

Penjualan Beras Kupang Emas Tembus 128 Ton
Penjualan beras lokal Kupang Emas yang diproduksi CV SPM dilaporkan mencapai sekitar 128 ton dalam beberapa bulan terakhir, melampaui target awal 60–8…

