NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Undana Dampingi Desa Daha Elu Kelola Sampah dan Konservasi Air

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana mendampingi warga Desa Daha Elu, Sumba Tengah, mengelola sampah berbasis 3R, memperkuat konservasi tanah dan air, serta memberikan edukasi mitigasi bencana pada 24 Agustus 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Unique and mystical natural and cultural tourism, Ratenggaro traditional village, southwest Sumba.
Foto arsip: Unique and mystical natural and cultural tourism, Ratenggaro traditional village, southwest Sumba. · Foto: Allwyn Wawyn / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Sumba Tengah — Universitas Nusa Cendana (Undana) mendampingi masyarakat Desa Daha Elu, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, dalam kegiatan penguatan ketahanan lingkungan melalui pengelolaan sampah, konservasi air, dan edukasi mitigasi bencana pada Senin, 24 Agustus 2026.

Menurut laporan Pos Kupang, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini melibatkan tim dosen Undana, mahasiswa Program Studi Agroteknologi, mahasiswa KKN, dan pemerintah desa setempat.

Program bertajuk Peningkatan Ketahanan Lingkungan Desa Daha Elu melalui Pengelolaan Sampah, Konservasi Air, dan Edukasi Mitigasi Bencana itu dirancang agar pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan sesuai kondisi lingkungan dan aktivitas pertanian warga.

Pengelolaan sampah berbasis 3R

Dalam kegiatan tersebut, tim Undana memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah berdasarkan prinsip 3R: reduce, reuse, dan recycle.

Warga diperkenalkan pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya.

Sampah organik didorong untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan kompos dan pupuk cair, dengan bahan berasal dari tumbuhan, sisa tanaman, daun, dan gulma yang tersedia di sekitar desa, termasuk kirinyuh dan gamal.

Ketua Tim PkM, Agustina Etin Nahas, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dengan langkah sederhana.

“Pengelolaan sampah tidak harus menggunakan teknologi yang mahal. Masyarakat dapat memulainya dengan memilah sampah sejak dari sumbernya dan memanfaatkan bahan organik yang tersedia di sekitar untuk diolah menjadi kompos maupun pupuk cair yang selanjutnya dapat digunakan kembali di lahan,” jelas Agustina.

Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pengelolaan lingkungan, melalui sesi edukasi, diskusi, dan praktik pengolahan sampah seperti yang dijelaskan dalam laporan kegiatan.

Konservasi tanah dan air di lahan kering

Selain pengelolaan sampah, tim PkM Undana juga memberikan edukasi mengenai konservasi tanah dan air.

Menurut laporan tersebut, materi konservasi dianggap penting karena aktivitas pertanian masyarakat Desa Daha Elu berlangsung di lahan kering dengan keterbatasan air.

Kegiatan konservasi tanah dan air ini dihubungkan dengan upaya memperkuat ketahanan lingkungan desa, terutama untuk mendukung produktivitas pertanian di wilayah yang bergantung pada curah hujan.

Edukasi mitigasi bencana

Program di Desa Daha Elu juga memuat edukasi mitigasi bencana sebagai bagian dari penguatan ketahanan lingkungan.

Dalam laporan Pos Kupang, kegiatan ini digambarkan sebagai upaya meningkatkan kepedulian warga terhadap ancaman bencana dan pentingnya kesiapsiagaan di tingkat desa.

Desa Daha Elu sendiri tercatat sebagai salah satu desa di Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kolaborasi tim Undana dan pemerintah desa

Laporan Pos Kupang menyebut, kegiatan PkM di Daha Elu dilaksanakan oleh tim Undana yang dipimpin Agustina Etin Nahas bersama Yosni Kiuk dan Petronella S. Nenotek, dengan dukungan mahasiswa Agroteknologi dan mahasiswa KKN.

Agustina Etin Nahas dan Petronella S. Nenotek tercatat sebagai staf pengajar di Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Undana.

Kegiatan ini juga melibatkan perangkat Desa Daha Elu, sejalan dengan informasi lain yang menyebut Desa Daha Elu sebagai salah satu lokasi program mahasiswa Undana di Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa, program PkM tersebut diharapkan mendukung pemanfaatan bahan lokal dan teknologi sederhana untuk pengelolaan sampah, konservasi air, dan peningkatan kesiapsiagaan warga menghadapi perubahan lingkungan di Desa Daha Elu.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.