Sebagian NTT Masuk Status Waspada–Awas Kekeringan hingga 20 September
BMKG menetapkan sebagian wilayah Nusa Tenggara Timur dalam status waspada hingga awas kekeringan meteorologis untuk periode 11–20 September 2026.
Topik
BMKG menetapkan sebagian wilayah Nusa Tenggara Timur dalam status waspada hingga awas kekeringan meteorologis untuk periode 11–20 September 2026.
Plan Indonesia resmi meluncurkan dan menyosialisasikan program JENGGALA di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, untuk memperkuat kepemimpinan kaum mud…
Cakupan imunisasi dasar lengkap di Kabupaten Kupang hingga Juli 2026 baru mencapai 41,94 persen. Pemerintah daerah memperkuat pendataan, sweeping, dan…
Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara mengumpulkan camat dan kepala puskesmas di Aula Hotel Ariesta, Kefamenanu, untuk mengevaluasi capaian Program…
Pemerintah Kabupaten Sikka mengusulkan tiga nama calon Sekda hasil perangkingan seleksi terbuka kepada Kemendagri dan BKN. Penetapan Sekda definitif m…

Perum Bulog Kanwil Nusa Tenggara Timur menyalurkan 21.676 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar dan jaringan ritel sepanjang…
Bawaslu Kabupaten Malaka mengawasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang dilakukan KPU Malaka di Desa Lawalu, Fahiluka, dan Rai Lor pada 1 Sept…
BPS mencatat inflasi tahunan Nusa Tenggara Timur pada Agustus 2026 sebesar 2,59 persen, naik dari 2,43 persen pada Juli. Secara bulanan, NTT mengalami…
Kinerja APBN di Provinsi Nusa Tenggara Timur hingga 31 Juli 2026 menunjukkan pendapatan negara Rp1.938,18 miliar dengan pertumbuhan 12,18 persen secar…
DPRD Ngada masih melengkapi rancangan perda pemberdayaan dan penataan masyarakat desa, kelurahan, dan hukum adat. Ketua Bapemperda Yohanes Don Bosko P…
Universitas Nusa Cendana berkolaborasi dengan Universitas Brawijaya dan Universitas Muhammadiyah Malang mengembangkan beras granul berbasis komoditas…
Budidaya rumput laut menjadi penopang ekonomi masyarakat pesisir Sabu Raijua. Pemerintah dan organisasi konservasi mendorong perluasan lahan, penerapa…
Likurai adalah tari tradisional masyarakat Tetun di Belu dan Malaka, Pulau Timor, yang berakar pada tradisi perang dan penyambutan pahlawan.